Kembalinya Arema FC ke Stadion Kanjuruhan setelah tiga tahun absen seharusnya menjadi momen penuh euforia bagi Singo Edan dan Aremania. Namun, laga perdana di kandang sendiri pada Minggu, 11 Mei 2025, justru meninggalkan rasa pahit dan duka yang mendalam. Kekalahan telak 0-3 dari Persik Kediri menjadi awal dari serangkaian kabar buruk yang menimpa klub kebanggaan Malang tersebut.
Kekalahan Telak di Kandang Sendiri
Kekalahan dari Persik Kediri menjadi pukulan telak bagi Arema FC. Semangat kebangkitan yang dibawa pulang ke Stadion Kanjuruhan sirna seketika.
Pelatih Ze Gomes mengakui kekecewaannya. Ia menyatakan kekalahan tiga gol di kandang sendiri sangat menyakitkan. Namun, ia bertanggung jawab penuh atas hasil tersebut dan meminta maaf kepada seluruh Aremania.
Gomes menekankan pentingnya atmosfer kandang sebagai penyemangat pemain. Namun, faktanya, Arema justru tampil melempem dan tak mampu mengembangkan permainan.
Kasus Hukum Menimpa Manajer Tim
Selain kekalahan di lapangan, Arema FC juga diterpa masalah di luar lapangan. Manajer tim, Wiebie Dwi Andriyas, ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai atas dugaan keterlibatan dalam produksi rokok ilegal.
Kabar ini semakin menambah derita Arema FC yang tengah berjuang bangkit dari keterpurukan. Kasus ini tentunya akan menjadi beban tambahan bagi tim di tengah upaya pemulihan performa.
Harapan untuk Bangkit di Laga Terakhir
Meskipun terpuruk, Arema FC dan para pemainnya belum menyerah. Gelandang asing Julian Guevara mengakui bahwa permainan timnya sebenarnya tidak sepenuhnya buruk. Namun, penyelesaian akhir dan konsentrasi menjadi kendala utama.
Guevara menyadari efektivitas Persik Kediri dalam memanfaatkan peluang. Gol-gol cepat Persik membuat mental pemain Arema langsung menurun.
Ia dan tim bertekad untuk bangkit di dua pertandingan terakhir Liga 1 musim ini melawan PSBS Biak dan Semen Padang. Mereka ingin membuktikan kualitas dan membayar lunas kekecewaan Aremania.
Perjalanan Arema FC di musim ini memang penuh lika-liku. Dari puncak euforia kembali ke Kanjuruhan hingga terpuruk karena kekalahan dan masalah hukum, perjalanan ini menjadi pelajaran berharga bagi klub dan seluruh pendukung setianya. Semoga di sisa musim ini, Arema FC dapat menunjukkan performa terbaik dan bangkit dari keterpurukan. Dukungan penuh dari Aremania tetap menjadi kunci keberhasilan mereka.





