Lulusan perguruan tinggi biasanya memilih karier di kantor. Namun, banyak yang memilih jalan berbeda, seperti berjualan makanan kaki lima.
Gelar sarjana tak selalu menjamin pekerjaan kantoran. Banyak sarjana yang sukses dengan usaha sendiri, membuktikan bahwa pendidikan tak melulu tentang pekerjaan formal.
Berikut beberapa kisah sarjana yang memilih berjualan makanan:
1. Sarjana Kimia Jualan Mie
Izzati, seorang sarjana kimia asal Malaysia, berbagi kisahnya di TikTok. Ia penerima beasiswa, namun kini berjualan mie sotong di Penang.
Awalnya, Izzati merasa kurang percaya diri. Namun, dukungan netizen membantunya.
Kisah Izzati menginspirasi netizen lain. Seorang sarjana yang awalnya bekerja paruh waktu sebagai pengajar, mengatakan lebih sukses berjualan makanan. Menurutnya, pendidikan adalah bekal jiwa, bukan hanya syarat penghasilan.
2. Sarjana Jadi Pengantar Makanan
Aisy, sarjana lulusan Universiti Malaysia jurusan Ilmu Ekologi dan Biodiversity, mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan sesuai bidang studi.
Ia akhirnya memilih menjadi pengantar makanan. Penghasilannya cukup lumayan, berkisar Rp 370.000 – Rp 740.000 saat ramai order.
Aisy menegaskan bahwa menjadi pengantar makanan bukan kegagalan. Baginya, ini batu loncatan, bukan tujuan akhir. Ia menekankan pentingnya ketahanan mental dan terus belajar.
3. Calon Master di Amerika Jualan Jajanan Kaki Lima
Fei Yu, mahasiswa S2 di Fudan University Shanghai, diterima di program studi Kesehatan Masyarakat di Amerika Serikat.
Namun, ia mengalami depresi dan stres, akhirnya membatalkan kuliah di Amerika. Ia memilih berjualan mashed potato di Chengdu, China.
Usaha Fei Yu sukses besar dan diminati mahasiswa. Kisahnya menunjukkan bahwa jalan menuju kesuksesan bisa beragam bentuk.
Ketiga kisah ini menunjukkan bahwa pilihan karier tak terbatas pada pekerjaan formal. Kreativitas dan keuletan bisa membawa sukses, terlepas dari latar belakang pendidikan.
Pendidikan formal memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan. Namun, semangat kewirausahaan dan kejelian membaca peluang pasar juga sangat penting. Kesuksesan bergantung pada berbagai faktor, bukan hanya ijazah.
Ketiga sarjana ini membuktikan bahwa pilihan karier yang tidak konvensional dapat membawa kesuksesan dan kepuasan. Mereka menginspirasi kita untuk berani mengejar mimpi dan tidak takut untuk keluar dari zona nyaman.





