Seorang pria asal Malaysia nyaris menjadi korban pelecehan seksual di kawasan wisata populer Genting Highlands. Pengalaman traumatis ini dibagikannya melalui akun TikTok, menimbulkan kekhawatiran dan diskusi tentang keamanan di tempat wisata.
Kisah ini bermula dari sebuah balon gratis yang ditawarkan oleh seorang penjual di Genting Highlands. Tawaran ini berujung pada upaya pelecehan yang mengerikan.
Kronologi Kejadian Nyaris Pelecehan Seksual di Genting Highlands
Pengalaman tersebut dibagikan oleh Bangraf melalui akun TikToknya @_bangraf pada 12 Juni 2025. Awalnya, ia diberi balon gratis oleh seorang penjual. Penjual tersebut kemudian mengajak Bangraf ke sebuah ruangan dengan iming-iming pisang goreng gratis.
Tanpa curiga, Bangraf mengikuti ajakan tersebut. Namun, begitu berada di dalam ruangan, penjual itu mengunci pintu.
Situasi berubah menjadi mencekam saat penjual tersebut diduga meminta Bangraf membuka pakaiannya dan menawarkan uang RM50 (sekitar Rp 192.000) sebagai imbalannya.
Merasa terancam, Bangraf langsung melarikan diri dan menceritakan pengalamannya di TikTok.
Respon Netizen dan Pihak Kepolisian
Video TikTok Bangraf menjadi viral dan mendapat berbagai respon dari netizen. Banyak yang turut membagikan pengalaman serupa di Genting Highlands.
Beberapa netizen menyarankan Bangraf untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Sementara yang lain mengingatkan pentingnya kewaspadaan di tempat-tempat umum.
Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Polisi Daerah Bentong, Zaiham Mohd Kahar, menyatakan belum menerima laporan resmi terkait insiden ini.
Ia meminta Bangraf untuk datang ke Markas Kepolisian Daerah Bentong guna memberikan keterangan dan membantu penyelidikan.
Zaiham juga mengimbau siapapun yang pernah mengalami kejadian serupa untuk segera melapor ke polisi.
Pentingnya Kewaspadaan dan Pelaporan Kasus Pelecehan Seksual
Kejadian ini menyoroti pentingnya kewaspadaan bagi wisatawan, terutama perempuan dan laki-laki. Pelecehan seksual dapat terjadi di mana saja, termasuk di tempat wisata yang seharusnya aman.
Selain kewaspadaan, pelaporan kasus pelecehan seksual sangat penting untuk mencegah kejadian serupa dan menuntut keadilan bagi korban.
Laporan resmi ke pihak berwajib memungkinkan polisi untuk menyelidiki kasus tersebut secara menyeluruh dan menindak pelaku sesuai hukum yang berlaku.
Semoga kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk senantiasa waspada dan berani melaporkan setiap tindakan kejahatan seksual.
Perlu adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya melaporkan tindakan kriminal dan perlindungan bagi korban pelecehan seksual.
Kejadian yang dialami Bangraf menjadi bukti bahwa pelecehan seksual bisa menimpa siapa saja dan di mana saja. Semoga kasus ini dapat mendorong peningkatan keamanan di tempat wisata dan mendorong korban lain untuk berani bersuara.





