Backpacking, identik dengan petualangan hemat dan efisien. Para backpacker biasanya menjelajahi dunia dengan tas ransel dan perlengkapan minim, meminimalisir pengeluaran. Namun, realitanya tak selalu demikian. Banyak backpacker yang justru pulang dengan dompet kosong, bahkan terjerat utang.
Kamus Oxford mendefinisikan backpacker sebagai pelancong yang membawa perlengkapan penting dalam ransel. Sementara Cambridge Dictionary menambahkan aspek hemat, menggambarkan backpacker sebagai pelancong yang menggunakan ransel, membatasi pengeluaran, dan menginap di penginapan terjangkau.
Penyebab Backpacker Terlilit Utang Usai Liburan
Meskipun berkonotasi hemat, kenyataannya banyak backpacker yang mengalami overbudget dan terlilit hutang setelah liburan. Berikut beberapa faktor penyebabnya.
1. Perencanaan Anggaran yang Tidak Jelas dan Realistis
Perencanaan anggaran yang matang sangat krusial. Backpacker harus menetapkan batas pengeluaran dan berkomitmen untuk menjaganya.
Seringkali, backpacker fokus mencari promo tiket pesawat dan akomodasi, namun mengabaikan biaya transportasi lokal, makan, dan aktivitas lainnya. Hal ini menyebabkan pembengkakan biaya yang tak terduga.
2. Terpengaruh Tren dan Gaya Hidup Hedon
Media sosial berpengaruh besar terhadap pilihan destinasi wisata. Tempat-tempat hits dan kafe kekinian menjadi incaran, demi konten media sosial.
Keinginan untuk mengunjungi semua tempat populer, tanpa mempertimbangkan biaya, berdampak pada pengeluaran yang membengkak dan tak terkontrol.
3. Terlalu Mengandalkan Kartu Kredit
Kartu kredit memang solusi darurat, namun penggunaannya harus bijak dan terencana.
Penggunaan kartu kredit secara berlebihan tanpa pengawasan dapat menyebabkan penumpukan hutang dan tagihan yang membengkak, membuat liburan berakhir dengan beban finansial.
4. Kurangnya Riset dan Persiapan
Riset yang memadai sebelum perjalanan sangat penting, baik untuk destinasi lokal maupun internasional.
Kurangnya riset tentang pilihan transportasi, akomodasi, dan kuliner murah dapat memaksa backpacker memilih opsi yang lebih mahal karena keterbatasan waktu dan informasi.
5. Menggunakan Pinjaman Online (Pinjol) atau Paylater
Demi memenuhi gaya hidup dan konten media sosial, beberapa backpacker menggunakan pinjaman online atau paylater.
Besarnya bunga pinjaman online membuat beban hutang semakin besar setelah liburan, menghilangkan rasa lega seharusnya setelah perjalanan.
Tips Mengelola Keuangan Saat Backpacking
- Buat anggaran terperinci sebelum berangkat, termasuk biaya tak terduga.
- Manfaatkan transportasi umum dan cari alternatif akomodasi yang terjangkau.
- Batasi penggunaan kartu kredit dan perhatikan limitnya.
- Lakukan riset mendalam tentang destinasi dan cari informasi tentang biaya hidup di sana.
- Hindari penggunaan pinjaman online untuk membiayai liburan.
Kesimpulannya, backpacking tetap bisa dinikmati dengan hemat, asalkan perencanaan keuangan yang matang dilakukan. Dengan perencanaan yang baik dan disiplin dalam mengatur pengeluaran, petualangan backpacking dapat tetap menyenangkan tanpa beban finansial yang memberatkan di kemudian hari. Prioritaskan pengalaman berharga, bukan sekadar konten media sosial yang instan.





