273 Orang Keracunan Makanan? Katering Tak Bersih Jadi Penyebabnya

Dua katering di Singapura, Delight Catering Services dan Elsie’s Kitchen Catering, didenda karena menyebabkan keracunan makanan massal yang menimpa 273 orang. Kejadian ini menyoroti pentingnya standar kebersihan yang ketat dalam industri katering.

Kedua katering tersebut, yang berada di bawah naungan Hesed & Emet Holdings, berbagi dapur pusat di Chin Bee Road. Pelanggaran standar kebersihan dan kualitas makanan yang buruk menjadi penyebab utama kasus ini.

Bacaan Lainnya

Kasus Keracunan Makanan Massal di Singapura

Kasus ini pertama kali terungkap pada November 2023, ketika 107 orang jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan dari Continental Delight Catering. Singapore Food Agency (SFA) dan Ministry of Health (MOH) langsung melakukan investigasi.

Investigasi tersebut menemukan berbagai pelanggaran standar kebersihan di dapur katering, termasuk kerusakan pada mesin penyimpanan makanan yang menyebabkan penyimpanan makanan dalam suhu tidak aman. Sampel makanan yang diuji juga dinyatakan tidak memenuhi standar.

Continental Delight Catering kemudian ditutup sementara, dan semua bahan makanan serta produk makanan yang ada harus dibuang. Namun, masalah tersebut tidak berhenti sampai di situ.

Elsie’s Kitchen Catering Terlibat

Kasus serupa terjadi di Elsie’s Kitchen Catering, di mana 166 orang dilaporkan jatuh sakit akibat gastroenteritis setelah mengonsumsi makanan dari katering tersebut. Penyelidikan lebih lanjut dilakukan terhadap dapur yang sama.

Di Elsie’s Kitchen, ditemukan banyak kabinet penyimpanan makanan yang rusak. Karena kedua katering tersebut berada di bawah perusahaan yang sama, mereka akhirnya dikenakan denda bersama.

Denda dan Peringatan dari SFA

Pada tanggal 16 April 2025, Delight Catering Services dan Elsie’s Kitchen Catering dijatuhi denda sebesar SGD 1500 (sekitar Rp 19,4 juta). Ini merupakan konsekuensi atas kelalaian mereka dalam menjaga standar kebersihan makanan.

SFA memberikan peringatan keras kepada semua penjual makanan dan penyedia jasa katering di Singapura untuk selalu mematuhi standar kebersihan yang berlaku. Mereka menegaskan akan menindak tegas setiap pelanggaran.

Kasus ini bukan yang pertama kalinya terjadi di Singapura. Sebelumnya, pemilik Shiok Kitchen Catering didenda lebih dari Rp 101 juta karena menyebabkan 395 orang jatuh sakit. Insiden ini menunjukkan pentingnya pengawasan ketat untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan makanan dalam industri katering. Standar kebersihan yang tinggi tidak hanya melindungi konsumen dari keracunan makanan, tetapi juga menjaga reputasi dan keberlanjutan bisnis katering itu sendiri.

SFA telah menunjukkan komitmennya dalam menegakkan standar kesehatan dan keamanan pangan. Dengan tindakan tegas yang diambil, diharapkan akan menjadi pencegahan bagi para pelaku usaha katering lainnya untuk selalu memperhatikan standar kebersihan dan kualitas makanan yang disajikan.

Kejadian ini juga menjadi pembelajaran bagi konsumen untuk lebih selektif dalam memilih penyedia jasa katering dan selalu waspada terhadap tanda-tanda makanan yang tidak higienis. Kesadaran kolektif akan pentingnya keamanan pangan akan membantu mengurangi risiko keracunan makanan massal di masa mendatang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *