Tumor phyllodes adalah jenis tumor payudara yang relatif jarang terjadi, hanya mencakup 0,3–1% dari seluruh kasus tumor payudara. Tumor ini berkembang di jaringan ikat payudara (mesenkim), berbeda dengan tumor yang berasal dari sel-sel kelenjar susu. Nama “phyllodes” sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti “mirip daun,” merujuk pada penampilan sel-selnya di bawah mikroskop.
Definisi Tumor Phyllodes
Tumor phyllodes merupakan pertumbuhan abnormal pada jaringan payudara yang dapat bersifat jinak, borderline (perbatasan antara jinak dan ganas), atau ganas (kanker). Karakteristik pertumbuhannya yang cepat membedakannya dari tumor payudara jinak lainnya seperti fibroadenoma. Perlu diingat bahwa meskipun sebagian besar tumor phyllodes bersifat jinak, potensi untuk menjadi ganas tetap ada, terutama pada jenis borderline.
Gejala Tumor Phyllodes
Gejala utama tumor phyllodes adalah benjolan pada payudara yang biasanya tidak nyeri. Benjolan ini bisa tumbuh dengan cepat, mencapai diameter 3–45 sentimeter dalam waktu singkat. Kulit di atas benjolan mungkin tampak tegang, menipis, atau kemerahan. Pada beberapa kasus, puting payudara dapat mengeluarkan cairan bercampur darah.
Pada kasus ganas, gejala tambahan mungkin muncul, seperti kelelahan ekstrem, sesak napas, nyeri tulang, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan. Gejala-gejala ini menunjukkan bahwa kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya (metastasis), misalnya tulang atau paru-paru. Penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami gejala-gejala ini.
Penyebab Tumor Phyllodes
Penyebab pasti tumor phyllodes masih belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa faktor meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkan tumor ini. Faktor-faktor ini meliputi usia (terutama wanita usia 35-55 tahun), faktor genetik (seperti sindrom Li-Fraumeni), riwayat gangguan payudara sebelumnya (seperti cedera atau tumor lainnya), dan perubahan hormonal (misalnya selama kehamilan dan menyusui).
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya mekanisme perkembangan tumor phyllodes dan mengidentifikasi faktor risiko tambahan. Memahami faktor risiko ini dapat membantu dalam mengembangkan strategi pencegahan dan deteksi dini yang lebih efektif.
Diagnosis Tumor Phyllodes
Diagnosis tumor phyllodes bisa menantang karena kemiripannya dengan kondisi lain, seperti fibroadenoma. Pemeriksaan fisik oleh dokter adalah langkah pertama, yang akan mencatat ukuran, bentuk, dan konsistensi benjolan. Pemeriksaan penunjang diperlukan untuk memastikan diagnosis dan menentukan sifat tumor (jinak, borderline, atau ganas).
Pemeriksaan penunjang ini dapat meliputi mamografi (untuk mengambil gambar jaringan payudara), MRI (untuk pencitraan lebih detail), USG (untuk memeriksa kondisi jaringan payudara dan kelenjar getah bening), dan biopsi (pengambilan sampel jaringan tumor untuk pemeriksaan mikroskopis). Biopsi merupakan prosedur yang sangat penting untuk menentukan sifat jinak atau ganasnya tumor.
Pengobatan Tumor Phyllodes
Pengobatan tumor phyllodes bergantung pada beberapa faktor, termasuk ukuran tumor, lokasi, dan sifatnya (jinak, borderline, atau ganas). Mayoritas kasus (sekitar 75%) bersifat jinak, namun sekitar 25% sisanya dapat bersifat ganas atau borderline, memerlukan penanganan yang lebih agresif.
Lumpektomi
Lumpektomi adalah pembedahan untuk mengangkat tumor dan sebagian kecil jaringan di sekitarnya. Prosedur ini biasanya dipilih untuk tumor phyllodes yang kecil dan jinak. Tujuannya adalah untuk mengangkat seluruh tumor dan mencegah pertumbuhan kembali.
Mastektomi
Mastektomi, pengangkatan sebagian atau seluruh payudara, biasanya direkomendasikan untuk tumor phyllodes yang besar, berada di borderline, atau ganas. Prosedur ini bertujuan untuk menghilangkan semua sel kanker dan mengurangi risiko penyebarannya.
Setelah mastektomi, rekonstruksi payudara mungkin dipertimbangkan untuk memperbaiki penampilan estetika payudara. Konsultasi dengan ahli bedah plastik sangat dianjurkan untuk membahas opsi rekonstruksi yang sesuai.
Terapi Radiasi
Terapi radiasi sering digunakan setelah pembedahan untuk tumor phyllodes ganas. Terapi ini bertujuan untuk membunuh sel-sel tumor yang mungkin tersisa dan mengurangi risiko kekambuhan. Kemoterapi mungkin juga diperlukan jika kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain.
Pemantauan rutin setelah pengobatan sangat penting. Pasien perlu melakukan pemeriksaan payudara secara teratur dan berkonsultasi dengan dokter secara berkala untuk mendeteksi tanda-tanda kekambuhan sedini mungkin. Kekambuhan dapat terjadi dalam 1-2 tahun setelah pengobatan, terutama pada kasus ganas.
Kesimpulan
Tumor phyllodes merupakan tumor payudara yang relatif jarang terjadi, tetapi penting untuk memahami karakteristik, gejala, dan pilihan pengobatannya. Deteksi dini dan pengobatan yang tepat sangat penting untuk hasil terbaik. Konsultasi dengan dokter spesialis sangat dianjurkan jika Anda menemukan benjolan di payudara atau mengalami gejala yang mencurigakan.
Penting untuk diingat bahwa informasi ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan sebagai pengganti nasihat medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda untuk diagnosis dan rencana perawatan yang tepat.





