Waspada Heat Stroke & MERS: Tips Aman Haji dari Pakar

Waspada Heat Stroke & MERS: Tips Aman Haji dari Pakar
Waspada Heat Stroke & MERS: Tips Aman Haji dari Pakar

Musim haji segera mencapai puncaknya. Para calon jamaah, khususnya lansia, perlu mewaspadai berbagai risiko kesehatan. Cuaca ekstrem dan penyakit menular di Arab Saudi menjadi ancaman utama.

Suhu ekstrem dapat menyebabkan dehidrasi dan heat stroke. Penyakit menular juga menjadi perhatian serius.

Bacaan Lainnya

Bahaya Panas Ekstrem di Arab Saudi

Suhu di Arab Saudi selama puncak haji diperkirakan mencapai 42 hingga 44 derajat Celcius. Kondisi ini sangat berisiko bagi kesehatan, terutama lansia.

Prof. Tjandra Yoga Aditama, Ketua Majelis Kehormatan PDPI, menyarankan menghindari paparan sinar matahari langsung. Penting juga untuk selalu terhidrasi dengan minum air yang cukup.

Jamaah yang mengonsumsi obat-obatan, terutama yang dapat memicu dehidrasi, perlu berkonsultasi dengan dokter. Penyesuaian dosis obat mungkin diperlukan selama ibadah haji.

Ancaman Penyakit Menular Selama Ibadah Haji

Selain heat stroke, penyakit menular juga mengancam kesehatan jamaah haji. MERS masih menjadi perhatian di Timur Tengah.

Penyakit demam berdarah (DBD) dan Zika juga perlu diwaspadai. Gigitan nyamuk menjadi salah satu faktor penularan.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengeluarkan surat edaran berisi lima langkah perlindungan kesehatan. Langkah-langkah ini penting untuk mencegah penularan penyakit.

  • Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air bersih atau disinfektan. Ini langkah paling efektif mencegah penularan penyakit.
  • Tutup mulut dengan tisu saat batuk atau bersin. Hal ini mencegah penyebaran virus dan bakteri.
  • Gunakan masker, terutama di tempat ramai. Masker membantu melindungi dari paparan penyakit menular.
  • Hindari kontak langsung dengan orang sakit. Jauhi orang yang menunjukkan gejala sakit untuk mencegah penularan.
  • Jangan berinteraksi dengan unta. Kontak dengan unta dapat meningkatkan risiko terpapar MERS.

Menjaga Kebersihan dan Keamanan Makanan

Kebersihan makanan dan tangan sangat penting untuk mencegah penyakit. Cuci tangan sebelum dan sesudah makan, dan setelah menggunakan toilet.

Cuci bersih buah dan sayur sebelum dikonsumsi. Makanan harus dimasak matang dan disimpan dengan baik.

Dengan persiapan yang matang dan langkah pencegahan yang tepat, jamaah haji diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan sehat.

Persiapan fisik dan mental yang baik, ditambah dengan pemahaman akan risiko kesehatan dan langkah-langkah pencegahan, akan sangat membantu kelancaran ibadah haji. Semoga para jamaah haji selalu diberikan kesehatan dan keselamatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *