Kanker otak adalah penyakit serius yang disebabkan oleh pertumbuhan sel kanker di jaringan otak. Penyakit ini bisa bersifat primer, artinya berasal dari otak, atau sekunder, yang berarti telah menyebar dari bagian tubuh lainnya. Beberapa gejala kanker otak, yang seringkali terlewatkan, bahkan dapat muncul di malam hari.
Gejala-gejala ini seringkali tidak disadari, sehingga penanganan medis terlambat. Penting untuk waspada terhadap perubahan-perubahan tubuh yang terjadi, terutama yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu. Berikut beberapa tanda kanker otak yang mungkin muncul di malam hari dan perlu diwaspadai.
Gejala Kanker Otak yang Muncul di Malam Hari
1. Perubahan Pola Tidur
Perubahan pola tidur adalah salah satu tanda kanker otak yang seringkali diabaikan. National Cancer Institute melaporkan bahwa hampir seperlima pasien kanker otak mengalami gangguan tidur yang signifikan dan mengganggu aktivitas di siang hari.
Gangguan tidur ini dapat meningkatkan risiko kecemasan dan depresi. Penelitian observasional menggunakan perangkat pintar yang dapat melacak tidur, detak jantung, dan aktivitas pasien, menunjukkan korelasi antara perubahan pola tidur dan kanker otak. Hal ini semakin ditegaskan oleh Terri Armstrong, PhD, dari cabang neuro-onkologi (NOB) di pusat penelitian kanker, yang menekankan luasnya gangguan tidur di kalangan pasien neuro-onkologi.
2. Gangguan Tidur
Tidur yang cukup sangat penting untuk kesehatan fisik dan mental. Namun, gangguan tidur merupakan gejala umum kanker otak atau tulang belakang.
Gangguan ini bisa disebabkan oleh perubahan fisik akibat kanker, efek samping pengobatan, atau kecemasan terkait penyakit. Jika mengalami gangguan tidur yang persisten dan signifikan, segera konsultasikan dengan dokter. Jangan mendiagnosis diri sendiri, karena penundaan penanganan dapat berakibat fatal.
3. Perubahan Sakit Kepala saat Berpindah Posisi Tidur
Sakit kepala merupakan gejala yang umum, tetapi perubahan intensitas rasa sakit saat berpindah posisi tidur patut diwaspadai, terutama jika disertai gejala neurologis lainnya. Penumpukan tekanan dalam posisi berbaring dapat memperparah sakit kepala pada penderita kanker otak, seperti yang dijelaskan oleh ahli Onkologi Saraf dari Memorial Sloan Kettering Cancer Center (MSK), Lauren Schaff.
Schaff menekankan bahwa kanker otak tidak selalu ditandai dengan satu kali sakit kepala yang singkat. Namun, jika intensitas sakit kepala semakin memburuk dan disertai gejala neurologis, seperti kebingungan, kesulitan berbicara, mati rasa atau kelemahan pada satu sisi tubuh, kesulitan mengikuti perintah sederhana, kesulitan memahami orang lain, atau kesulitan berjalan, segera cari bantuan medis. Gejala-gejala ini mengindikasikan masalah serius yang membutuhkan penanganan segera.
- Kebingungan mental yang meningkat.
- Kesulitan berbicara atau memahami ucapan orang lain.
- Mati rasa atau kelemahan pada satu sisi tubuh.
- Ketidakmampuan untuk mengikuti perintah sederhana.
- Gangguan koordinasi dan keseimbangan saat berjalan.
Perubahan pola tidur, gangguan tidur, dan sakit kepala yang berubah saat berpindah posisi, terutama jika disertai gejala neurologis lainnya, merupakan tanda peringatan penting yang tidak boleh diabaikan. Konsultasi medis segera sangat penting untuk diagnosis dan perawatan yang tepat. Jangan menunda perawatan, karena deteksi dini sangat krusial dalam meningkatkan peluang kesembuhan dari kanker otak.





