Sebuah uji klinis revolusioner akan segera dilakukan di Amerika Serikat. Para peneliti akan menjajal kemampuan hati babi yang telah dimodifikasi secara genetik untuk membantu pasien gagal hati.
Hati Babi Genetika Sebagai Jembatan Hidup
Uji klinis ini telah mendapat persetujuan dari Food and Drug Administration (FDA). Ini diumumkan oleh eGenesis, perusahaan bioteknologi yang mengembangkan teknologi penyuntingan gen pada babi, bersama mitranya, OrganOx.
Teknologi ini menawarkan secercah harapan bagi sekitar 35.000 orang di AS yang dirawat di rumah sakit setiap tahun karena gagal hati mendadak. Banyak di antara mereka yang tak memenuhi syarat transplantasi atau tak mendapatkan donor tepat waktu.
Metode Baru, Tanpa Transplantasi Langsung
Berbeda dari transplantasi organ konvensional, penelitian ini tak akan mentransplantasikan hati babi secara langsung ke dalam tubuh pasien. Hati babi akan dihubungkan secara eksternal ke sistem peredaran darah pasien.
Hati babi ini akan berfungsi sebagai penyaring darah sementara, memberikan waktu bagi hati pasien untuk beristirahat dan beregenerasi. Konsep ini dikenal sebagai “jembatan” sementara untuk fungsi hati.
Kemampuan Regenerasi Hati Manusia
Hati manusia memiliki kemampuan regenerasi yang unik. Penelitian ini menguji hipotesis bahwa dengan menyaring darah selama beberapa hari, hati pasien akan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri.
Percobaan pendahuluan pada empat jenazah menunjukkan potensi pendekatan ini. Hati babi mampu mendukung beberapa fungsi hati manusia selama dua hingga tiga hari.
Uji Klinis dan Harapan di Masa Depan
Uji coba klinis akan melibatkan hingga 20 pasien di unit perawatan intensif yang tidak memenuhi syarat untuk transplantasi hati. Perangkat dari OrganOx, yang biasa digunakan untuk pengawetan hati manusia donor, akan memompa darah pasien melalui hati babi.
Mike Curtis, CEO eGenesis, menjelaskan bahwa babi yang digunakan telah dimodifikasi secara genetik agar organnya lebih kompatibel dengan tubuh manusia. Ini meminimalkan risiko penolakan imun.
Tantangan dan Potensi
Meskipun menjanjikan, penelitian ini masih menghadapi tantangan. Efek jangka panjang dari penggunaan hati babi genetika masih perlu diteliti secara menyeluruh. Keamanan dan efektivitas jangka panjang masih menjadi fokus utama.
Namun, keberhasilan uji klinis ini berpotensi merevolusi pengobatan gagal hati. Ini dapat memberikan kesempatan hidup kedua bagi ribuan pasien yang sebelumnya hanya memiliki pilihan terbatas.
Penelitian ini menandai sebuah kemajuan signifikan dalam xenotransplantasi, penggunaan organ hewan untuk pengobatan manusia. Suksesnya dapat membuka jalan bagi pengembangan terapi serupa untuk organ lain di masa mendatang, menawarkan harapan baru bagi pasien yang menunggu organ donor.





