Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik Roma asal Amerika Latin pertama, meninggal dunia pada usia 88 tahun. Kabar duka ini mengejutkan banyak pihak, mengingat beliau baru saja tampil di depan publik sehari sebelumnya.
Riwayat Penyakit Paus Fransiskus
Meninggalnya Paus Fransiskus terjadi beberapa minggu setelah beliau menjalani perawatan intensif di rumah sakit Roma karena pneumonia bilateral yang mengancam jiwa. Meskipun sempat dinyatakan stabil dan dipulangkan untuk menjalani pemulihan, kondisi kesehatan beliau rupanya memburuk.
Masalah Paru-paru dan Saluran Pernapasan
Sejak usia 21 tahun, Jorge Mario Bergoglio (nama lahir Paus Fransiskus) telah mengalami masalah kesehatan paru-paru. Bagian dari paru-parunya bahkan harus diangkat akibat radang selaput dada.
Pada Maret 2023, Paus Fransiskus dirawat di rumah sakit karena kesulitan bernapas dan berhasil pulih setelah menjalani pengobatan antibiotik untuk bronkitis. Kondisi ini kembali menunjukkan kerentanan kesehatan beliau di usia senja.
Gangguan Tulang Belakang dan Sendi
Paus Fransiskus juga menderita linu panggul, sebuah kondisi saraf kronis yang menyebabkan nyeri pada punggung, pinggul, dan kaki. Kondisi ini membuatnya beberapa kali absen dari kegiatan keagamaan penting.
Pada tahun 2022, masalah berjalan yang dideritanya memaksa pembatalan kunjungan ke beberapa negara. Beliau pun mulai menggunakan kursi roda atau tongkat untuk membantu mobilitasnya sehari-hari.
Aspek Kesehatan Mental
Paus Fransiskus pernah mengungkapkan bahwa di masa mudanya, beliau pernah berkonsultasi dengan psikiater untuk mengatasi kecemasan yang dialaminya. Pengalaman ini ia lalui saat masa kediktatoran militer di Argentina.
Beliau menjelaskan bahwa ia mampu mengatasi kecemasan tersebut melalui berbagai cara, salah satunya dengan mendengarkan musik karya Johann Sebastian Bach. Hal ini menunjukkan perhatian Paus terhadap keseimbangan kesehatan fisik dan mental.
Dampak Kematian Paus Fransiskus
Kematian Paus Fransiskus tentunya akan berdampak besar bagi Gereja Katolik Roma dan dunia. Proses pemilihan Paus baru akan segera dimulai, dan dunia menantikan sosok pemimpin baru yang akan melanjutkan kepemimpinan Gereja.
Kepemimpinan Paus Fransiskus selama hampir satu dekade penuh dengan reformasi dan perubahan. Beliau dikenal karena kepeduliannya terhadap kaum miskin dan marjinal, serta komitmennya terhadap dialog antaragama.
Warisan kepemimpinan Paus Fransiskus akan terus dikenang dan dipelajari, memberikan inspirasi bagi banyak orang. Kisah hidup dan perjuangannya melawan penyakit fisik dan mental menginspirasi banyak orang untuk tetap tegar dalam menghadapi tantangan hidup.
Semoga kepergiannya membawa kedamaian dan penghiburan bagi seluruh umat Katolik di dunia.





