Rahasia Cuci Baju Thrifting: Bebas Iritasi Kulit & Awet

Tren thrifting atau penggunaan pakaian bekas impor tengah populer di kalangan anak muda Indonesia. Harga terjangkau dan beragamnya model menjadi daya tarik utama. Namun, di balik popularitasnya, risiko kesehatan yang perlu diperhatikan tetap menjadi perhatian.

Meskipun tren ini dinilai positif dari sisi ekonomi dan keberlanjutan lingkungan, penting untuk memprioritaskan kebersihan pakaian bekas sebelum digunakan.

Bacaan Lainnya

Mencuci Pakaian Thrifting dengan Benar untuk Mencegah Masalah Kulit

Dokter spesialis kulit, dr. Ruri Diah Pamela, SpDVE, FINSDV, menekankan pentingnya mencuci pakaian thrifting dengan benar untuk mencegah masalah kesehatan kulit.

Ia merekomendasikan mencuci dengan air panas (jika memungkinkan) dan deterjen segera setelah pembelian. Perendaman dengan desinfektan khusus pakaian juga disarankan.

Penggunaan pengaturan suhu tinggi pada mesin cuci juga dapat membantu membunuh kuman.

Setelah dicuci dan dikeringkan, menyetrika pakaian dapat membantu membunuh sisa mikroorganisme yang mungkin masih ada.

Risiko Kesehatan Kulit Akibat Pakaian Bekas yang Tidak Dicuci

Menggunakan pakaian bekas tanpa mencucinya terlebih dahulu dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan kulit.

Infeksi kulit akibat bakteri dan virus adalah salah satu ancaman yang perlu diwaspadai.

Residu deterjen, parfum, atau bahan kimia dari pemilik sebelumnya juga dapat menyebabkan reaksi alergi, terutama pada individu dengan kulit sensitif.

Iritasi kulit juga menjadi risiko lain yang perlu dipertimbangkan.

Dr. Ruri secara khusus memperingatkan untuk menghindari penggunaan pakaian dalam, handuk, atau pakaian tidur bekas tanpa pencucian yang tepat. Idealnya, jenis pakaian ini sebaiknya tidak dibeli dalam kondisi bekas.

Kisah Nyata dan Imbauan untuk Keselamatan

Viral di TikTok sebuah kisah pengguna yang mengalami moluskum kontagiosum, infeksi kulit akibat virus, yang diduga disebabkan oleh pemakaian baju thrifting tanpa dicuci.

Moluskum kontagiosum ditandai dengan munculnya bintil-bintil kecil berwarna merah dengan lubang kecil di tengahnya pada kulit.

Pengguna TikTok tersebut menekankan pentingnya mencuci baju thrifting berulang kali dengan air panas dan deterjen sebelum digunakan.

Ia mengingatkan bahwa pakaian bekas dapat terkontaminasi berbagai mikroorganisme yang tidak terlihat mata telanjang.

Pengalamannya menjadi pengingat pentingnya prioritas kebersihan untuk mencegah masalah kesehatan akibat tren thrifting.

Dengan memperhatikan langkah-langkah kebersihan yang tepat, tren thrifting dapat dinikmati dengan aman dan minim risiko bagi kesehatan.

Mencuci pakaian thrifting dengan benar, termasuk menggunakan air panas, deterjen, dan setrika, merupakan langkah penting untuk mencegah masalah kesehatan kulit. Hindari penggunaan pakaian bekas tertentu seperti pakaian dalam dan handuk. Selalu utamakan kebersihan untuk menikmati tren thrifting dengan aman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *