Sistem imun pasien kanker seringkali lemah akibat penyakit dan pengobatan seperti kemoterapi. Kondisi ini meningkatkan kerentanan terhadap infeksi, termasuk infeksi yang dapat dicegah dengan vaksinasi.
Salah satu infeksi yang umum terjadi pada pasien kanker adalah herpes zoster, yang juga dikenal sebagai cacar api atau cacar ular. Infeksi ini dapat menimbulkan komplikasi serius dan mengganggu pengobatan kanker.
Infeksi Herpes Zoster dan Dampaknya pada Pengobatan Kanker
Prof. Dr. dr. Aru W. Sudoyo, SpPD, KHOM, FINASIM, FACP, spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi onkologi medik dari MRCCC Siloam Hospitals, menjelaskan bahwa sistem imun pasien kanker terganggu oleh kanker itu sendiri dan pengobatannya.
Hal ini membuat mereka rentan terhadap infeksi yang sebenarnya dapat dicegah, seperti herpes zoster dan pneumonia. Prof. Aru menyampaikan hal ini dalam acara Siloam Oncology Summit 2025 pada 17 Mei 2025.
Pasien kanker yang terinfeksi herpes zoster berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi serius, khususnya pneumonia. Risiko pneumonia meningkat hingga 40-50 kali lipat pada pasien kanker dengan herpes zoster.
Oleh karena itu, selain vaksinasi herpes zoster, Prof. Aru juga menganjurkan vaksinasi pneumonia untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Vaksinasi menjadi kunci pencegahan infeksi dan keberlangsungan pengobatan.
Penundaan Kemoterapi Akibat Herpes Zoster
Salah satu dampak serius infeksi herpes zoster adalah penundaan kemoterapi. Nyeri hebat akibat herpes zoster dapat membuat pasien sulit melanjutkan pengobatan.
Banyak pasien menunda kemoterapi karena nyeri yang tak tertahankan, yang sangat berbahaya bagi keberhasilan pengobatan kanker. Penundaan pengobatan dapat berdampak fatal.
Kemoterapi dosis tinggi dapat menyebabkan penurunan drastis sistem imun (immunocompromised state). Dalam kondisi ini, infeksi ringan sekalipun bisa berakibat fatal.
Penundaan kemoterapi selama empat minggu dapat meningkatkan risiko kematian hingga enam sampai 80 persen, tergantung jenis dan stadium kanker. Penundaan dua hingga tiga bulan bahkan dapat meningkatkan risiko kematian hingga 28 persen.
Vaksinasi Herpes Zoster: Perlindungan Optimal untuk Pasien Kanker
Beruntung, vaksin herpes zoster modern telah berkembang pesat. Vaksin ini memberikan perlindungan hingga 11 tahun, bahkan pada pasien dengan sistem imun lemah.
Vaksin diberikan dalam dua dosis, dan jarak antar suntikan dapat disesuaikan sesuai kondisi pasien. Vaksinasi ini penting untuk mencegah infeksi dan komplikasi.
Penting untuk diingat bahwa pasien kanker berisiko mengalami reaktivasi herpes zoster, yaitu kekambuhan infeksi setelah sebelumnya sembuh. Hal ini lebih sering terjadi pada pasien dengan sistem imun lemah.
Pedoman dari NCCN (National Comprehensive Cancer Network) merekomendasikan vaksinasi herpes zoster untuk pasien kanker yang sedang atau akan menjalani kemoterapi, terutama jika pernah terinfeksi sebelumnya.
Namun, keputusan vaksinasi tetap harus berdasarkan pertimbangan dokter yang merawat, mempertimbangkan kondisi individu setiap pasien. Konsultasi dengan dokter sangat penting.
Kesimpulannya, vaksinasi herpes zoster dan pneumonia sangat penting bagi pasien kanker untuk mencegah infeksi dan memastikan kelangsungan pengobatan. Konsultasi rutin dengan dokter untuk pemantauan kesehatan dan rencana vaksinasi yang tepat sangat dianjurkan.





