Gangguan irama jantung atau aritmia dapat menyerang siapa saja, termasuk anak muda yang terlihat sehat. Salah satu jenis aritmia yang umum adalah Supraventricular Tachycardia (SVT), di mana jantung tiba-tiba berdetak sangat cepat lalu kembali normal dengan sendirinya. Kondisi ini seringkali sulit dideteksi karena gejalanya yang datang dan pergi.
Detak jantung yang tiba-tiba berdebar kencang tanpa sebab, terutama saat istirahat, bisa menjadi tanda awal aritmia. Jika diabaikan, SVT dapat berujung pada komplikasi serius seperti gagal jantung, stroke, bahkan kematian. Penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah hal tersebut.
Gangguan Irama Jantung SVT pada Usia Muda
Supraventricular Tachycardia (SVT) seringkali dianggap sepele, terutama oleh anak muda yang tampaknya sehat. Padahal, kondisi ini berpotensi fatal dan membutuhkan penanganan medis segera.
Menurut dr. Dony Yugo Hermanto, Sp.JP (K), FIHA, gangguan jantung ini bukan hanya masalah lansia. Banyak kasus SVT ditemukan pada usia muda, menegaskan perlunya kewaspadaan dan pemeriksaan dini.
Sekitar 1,5% hingga 5% orang diperkirakan mengalami aritmia, menurut data Cleveland Clinic. Namun, jumlah sebenarnya sulit dipastikan karena banyak penderita yang tidak menunjukkan gejala.
Memahami Detak Jantung Normal dan Cara Mengukurnya
Aritmia secara umum dibagi menjadi tiga jenis: detak jantung lebih cepat (tachycardia), lebih lambat (bradycardia), dan irama tidak beraturan (flutter).
Untuk mendeteksi kemungkinan aritmia, Anda bisa memeriksa detak jantung sendiri saat beristirahat.
Berikut kisaran detak jantung normal berdasarkan usia:
- Bayi baru lahir: 100-160 denyut per menit (BPM).
- Bayi 0-5 bulan: 90-150 BPM.
- Bayi 6-12 bulan: 80-140 BPM.
- Balita 1-3 tahun: 80-130 BPM.
- Balita 3-4 tahun: 80-120 BPM.
- Anak 6-10 tahun: 70-110 BPM.
- Anak 11-14 tahun: 60-105 BPM.
- Remaja ≥15 tahun: 60-100 BPM.
- Dewasa 20-35 tahun: 95-170 BPM.
- Dewasa 35-50 tahun: 85-155 BPM.
- Lansia ≥60 tahun: 80-130 BPM.
Cara mengukur detak jantung: letakkan jari telunjuk dan tengah pada nadi di pergelangan tangan. Hitung denyut selama 15 detik, lalu kalikan 4 untuk mendapatkan BPM.
Mengenal SVT, Gejala, Diagnosis, dan Penanganannya
SVT, jenis aritmia yang sering terjadi, umumnya sudah ada sejak lahir tetapi gejalanya baru muncul di masa remaja atau dewasa muda.
SVT ditandai dengan detak jantung sangat cepat, >150 BPM, menyebabkan jantung berdebar kencang.
Detak jantung cepat saat istirahat perlu diwaspadai dan segera dikonsultasikan ke dokter.
SVT dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk proses degeneratif akibat penuaan yang mengubah struktur jantung.
Struktur jantung bisa dianalogikan sebagai sistem kelistrikan; gangguan pada sistem ini dapat memicu aritmia, termasuk kelainan bawaan.
Gejala SVT: jantung berdebar tiba-tiba, ketidaknyamanan dada, mual, atau batuk. Gejala sering hilang saat tiba di rumah sakit, sehingga diagnosis sulit.
Penting untuk mencatat detak jantung saat mengalami gejala, baik dengan smartwatch atau alat lain, untuk membantu diagnosis.
Diagnosis SVT biasanya memerlukan pemantauan jantung jangka panjang dan EKG.
Pengobatan utama SVT adalah prosedur ablasi, menonaktifkan jaringan listrik tambahan yang menyebabkan gangguan irama. Efektivitasnya mencapai 90-95%.
Obat-obatan hanya menekan aktivitas listrik tambahan, bukan menghilangkan sumber masalah, sehingga risiko kekambuhan tinggi (efektivitas ~20%).
Prosedur ablasi, menggunakan energi frekuensi radio, tinggi efektifitasnya dan menjadi pilihan utama pengobatan SVT.
Prosedur ablasi tidak memerlukan pembedahan besar (torakotomi), dilakukan dengan bius lokal (kecuali pada balita).
Setelah ablasi, pasien dirawat 12-24 jam, lalu boleh pulang. Kemungkinan kekambuhan sekitar 5-10%.
Meskipun penyebab pasti SVT belum diketahui, deteksi dini dan penanganan tepat waktu sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.
Konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami detak jantung yang tidak normal atau berdebar kencang secara tiba-tiba, agar mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi di kemudian hari. Kesadaran akan pentingnya kesehatan jantung sejak usia muda sangat krusial.





