Federasi Diabetes Internasional (IDF) baru saja mengumumkan pengakuan resmi terhadap diabetes tipe 5 pada 15 April 2025, di Kongres Diabetes Dunia di Bangkok, Thailand. Penemuan ini menambah daftar jenis diabetes yang telah ada sebelumnya, yaitu tipe 1 dan tipe 2. Perbedaan mendasar dari ketiga tipe diabetes ini menjadi fokus perhatian para ahli dan masyarakat luas. Artikel ini akan mengulas lebih detail perbedaan diabetes tipe 5 dengan tipe 1 dan tipe 2, serta gejala-gejalanya.
Diabetes tipe 5, menurut IDF, merupakan jenis diabetes yang relatif langka dan seringkali disalahartikan sebagai diabetes tipe 1 atau tipe 2. Diagnosis yang tepat menjadi tantangan karena gejalanya yang seringkali samar dan tidak spesifik.
Mengenal Diabetes Tipe 5: Sebuah Jenis Diabetes yang Sering Terlewatkan
Diabetes tipe 5 diperkirakan telah menyerang 20-25 juta orang di dunia, terutama di kawasan Asia dan Afrika. Penyebab utama diabetes tipe 5 adalah produksi hormon insulin yang rendah akibat kekurangan gizi kronis yang mengganggu perkembangan pankreas.
Kondisi ini sering ditemukan pada individu dengan tubuh kurus dan berasal dari keluarga dengan pendapatan rendah hingga menengah. Berbeda dengan diabetes tipe 2 yang sering dikaitkan dengan obesitas, diabetes tipe 5 justru seringkali muncul tanpa adanya obesitas.
Menurut *Diabetes UK*, diabetes tipe 5 juga dapat disebabkan oleh mutasi genetik yang diturunkan dari orang tua. Penyakit ini biasanya berkembang pada masa remaja atau awal dewasa. Profesor Meredith Hawkins dari Albert Einstein College of Medicine bahkan menyebut prevalensi diabetes terkait malnutrisi ini hampir sama dengan HIV/AIDS, meskipun baru diakui secara resmi saat ini.
Perbandingan dengan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2
Diabetes tipe 1 merupakan penyakit autoimun kronis di mana pankreas tidak memproduksi insulin sama sekali. Ini berbeda dengan diabetes tipe 5 yang masih memproduksi insulin, meski dalam jumlah yang sangat sedikit.
Sementara itu, diabetes tipe 2 ditandai dengan resistensi insulin, di mana tubuh tidak merespon insulin secara efektif. Meskipun kedua jenis diabetes ini memiliki perbedaan yang signifikan dalam mekanismenya, gejala awalnya bisa serupa, sehingga diagnosis yang tepat menjadi sangat penting.
Gejala Diabetes Tipe 5 dan Pentingnya Deteksi Dini
Gejala diabetes tipe 5 seringkali tidak kentara dan mudah diabaikan. Oleh karena itu, deteksi dini sangat krusial. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain: sakit kepala terus-menerus; penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan atau kesulitan menambah berat badan; pertumbuhan tubuh terhambat; rasa haus yang berlebihan dan sering buang air kecil; mudah terinfeksi dan penyembuhan luka yang lama; gangguan pencernaan dan nafsu makan rendah; bercak gelap pada kulit, terutama di sekitar leher; dan masalah dengan ingatan, fokus, atau prestasi belajar.
Perlu diingat bahwa tidak semua individu dengan gejala-gejala di atas menderita diabetes tipe 5. Konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.
Penemuan dan pengakuan resmi diabetes tipe 5 oleh IDF merupakan langkah penting dalam pemahaman dan penanganan penyakit diabetes. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk memahami mekanisme penyakit ini secara lebih mendalam dan mengembangkan strategi pencegahan dan pengobatan yang efektif. Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang gejala-gejala diabetes tipe 5 juga sangat penting untuk memastikan deteksi dini dan mencegah komplikasi yang serius.





