Diabetes Tipe 5: Gejala Baru Terungkap, Kenali Risikonya Sekarang!

Federasi Diabetes Internasional (IDF) resmi mengakui diabetes tipe 5 sebagai jenis penyakit diabetes yang berbeda. Penyakit ini selama puluhan tahun luput dari perhatian riset dan sering kali salah didiagnosis.

Diabetes tipe 5 terutama menyerang remaja dan dewasa muda yang kurus dan kekurangan gizi di negara berkembang. Kondisi ini ditandai dengan penurunan produksi insulin akibat kekurangan nutrisi.

Bacaan Lainnya

Mengenal Diabetes Tipe 5: Lebih dari Sekadar Kekurangan Gizi

Diabetes tipe 5 berbeda dari diabetes tipe 2. Pada diabetes tipe 2, tubuh resisten terhadap insulin yang diproduksi pankreas. Sementara itu, pada diabetes tipe 5, sel beta pankreas mengalami disfungsi, sehingga produksi insulinnya berkurang.

Istilah “diabetes tipe 5” sendiri diusulkan oleh Prof. Peter Schwarz, Presiden IDF, pada Januari 2024. Pengakuan resmi kemudian diberikan pada Kongres Diabetes Dunia ke-75 di Bangkok, April 2024.

Sejarah dan Penyebaran Diabetes Tipe 5

Meskipun baru diakui secara resmi, diabetes tipe 5 bukanlah penyakit baru. Awalnya dilaporkan di Jamaika pada tahun 1955 sebagai “diabetes tipe J”, lalu diklasifikasikan WHO sebagai diabetes terkait kekurangan gizi pada tahun 1985.

Klasifikasi WHO tersebut kemudian dicabut pada 1999 karena kurangnya bukti. Namun, laporan kasus terus bermunculan di berbagai negara, terutama di belahan bumi selatan, dengan estimasi 25 juta penderita di seluruh dunia.

Mekanisme dan Faktor Risiko Diabetes Tipe 5

Penelitian terbaru menunjukkan hubungan antara kekurangan gizi, terutama pada masa kanak-kanak dan dewasa muda, dengan perkembangan pankreas dan fungsi insulin. Ini menjadi dasar pengakuan resmi diabetes tipe 5.

Menurut Dr. Nihal Thomas, diabetes tipe 5 tidak menunjukkan penyebab autoimun atau genetik. Ciri khasnya adalah indeks massa tubuh (IMT) rendah, bahkan di bawah 18,5 kg/m², disertai dengan rendahnya asupan protein, serat, dan mikronutrien.

Diagnosa dan Pengobatan Diabetes Tipe 5

Pasien diabetes tipe 5 menunjukkan penurunan sekresi insulin yang signifikan, lebih rendah daripada diabetes tipe 2 dan sedikit di atas diabetes tipe 1. Persentase lemak tubuh juga jauh lebih rendah dibandingkan dengan penderita diabetes tipe 2.

Diagnosis diabetes tipe 5 memerlukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk riwayat gizi, pemeriksaan fisik, dan tes laboratorium untuk menilai kadar gula darah dan fungsi insulin. Penanganan difokuskan pada perbaikan nutrisi dan peningkatan asupan zat gizi mikro.

Dampak dan Tantangan Ke Depan

Pengakuan resmi diabetes tipe 5 membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut dan pengembangan strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif. Ini sangat penting mengingat tingginya angka penderita di negara berkembang.

Perlu upaya kolaboratif antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, organisasi kesehatan, dan peneliti, untuk meningkatkan kesadaran akan diabetes tipe 5 dan memastikan akses perawatan yang memadai bagi para penderita.

Peningkatan akses terhadap nutrisi yang baik, terutama di kalangan anak-anak dan remaja di negara berkembang, merupakan langkah krusial dalam pencegahan diabetes tipe 5. Penelitian lebih lanjut akan membantu mengungkap mekanisme penyakit ini secara lebih rinci dan membuka peluang pengobatan yang lebih tepat sasaran.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *