Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerima lonjakan laporan masyarakat sepanjang tahun 2024. Data menunjukkan peningkatan signifikan dalam interaksi publik dengan lembaga ini.
Laporan Masyarakat Melonjak di Tahun 2024
Unit Layanan Pengaduan Konsumen Pusat dan Contact Center HALOBPOM 1500533 menerima 26.903 laporan sepanjang tahun 2024. Mayoritas laporan, yaitu 25.737 (95,67%), berupa permintaan informasi.
Sisanya, 1.166 laporan (4,33%), merupakan pengaduan terkait masalah obat dan makanan. Angka ini menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengawasan di sektor ini.
Peran Masyarakat dalam Pengawasan Obat dan Makanan
Tingginya angka akses layanan ini menunjukkan partisipasi aktif masyarakat. Hal ini bukan hanya sekadar menyampaikan keluhan, tetapi juga berfungsi sebagai sistem peringatan dini (early warning system).
Partisipasi publik memungkinkan deteksi dini masalah, mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih dan baik. BPOM menekankan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan publik.
Profil Pelapor dan Jenis Permintaan Informasi
Data tahun 2024 menunjukkan mayoritas pengguna layanan adalah perempuan (60,34%). Laki-laki hanya mencapai 39,66% dari total pengguna.
Dari sisi profesi, pelaku usaha mendominasi (61,68%). Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan informasi terkait regulasi dan prosedur usaha di bidang obat dan makanan.
Topik Informasi yang Paling Banyak Dicari
Proses pendaftaran atau registrasi (37,13%) dan sertifikasi (29,60%) menjadi topik informasi terpopuler. Registrasi pangan olahan memimpin dengan persentase 38,20%.
Notifikasi kosmetik menempati posisi kedua (20,81%). Peningkatan permintaan informasi ini sejalan dengan inovasi sistem registrasi pangan olahan berbasis risiko (e-reg RBA) dan perubahan sistem notifikasi kosmetik.
Pengaduan Layanan Publik
Aplikasi notifikasi kosmetik menjadi sumber pengaduan layanan publik terbanyak (34,24%). Kendala utama meliputi pembuatan akun, pembaruan data, prosedur pendaftaran subperusahaan, dan verifikasi pengajuan.
Pendaftaran pangan olahan melalui e-reg RBA menempati posisi kedua (32,43%). Masalahnya terutama terkait status pendaftaran, verifikasi akun, dan timeline penyelesaian.
Tindak Lanjut dan Tantangan ke Depan
BPOM menindaklanjuti hampir semua permintaan informasi (99,95%). Sebagian besar (99,81%) selesai sesuai service level agreement (SLA) dalam waktu maksimal 5 hari kerja.
Dari total pengaduan, 93,83% telah ditangani. Sisanya (6,17%) masih dalam proses penyelesaian, sebagian besar karena membutuhkan investigasi lebih mendalam.
Pengaduan yang Membutuhkan Investigasi Lebih Mendalam
Pengaduan masyarakat didominasi oleh kosmetik ilegal (41,90%) dan pangan ilegal (18,41%). Kasus ini melibatkan berbagai instansi seperti Kementerian Perdagangan dalam Satgas Pengawasan Barang Tertentu.
Investigasi membutuhkan penelusuran lebih lanjut, termasuk pengawasan lapangan dan operasi intelijen. Hal ini mengingat pengaduan berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
BPOM berkomitmen meningkatkan layanan pengaduan dan informasi. Ke depannya, BPOM akan terus memperkuat sistem untuk pengawasan obat dan makanan yang lebih optimal dan perlindungan masyarakat yang lebih baik. Komitmen ini diwujudkan melalui peningkatan berbagai upaya pemberantasan produk ilegal, termasuk inspeksi rutin, operasi intelijen, dan operasi siber.





