Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mendampingi 30 mantan karyawan UD Sentoso Seal yang melaporkan kasus penahanan ijazah mereka ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Dampingi Korban Lapor Polisi
Eri Cahyadi tiba di Polres Pelabuhan Tanjung Perak sekitar pukul 09.35 WIB, Kamis (17/4/2025). Ia langsung menemui Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak dan jajarannya.
Kehadiran Wali Kota Surabaya tersebut sebagai bentuk dukungan moral kepada para korban. Ia memastikan pemerintah kota siap membantu proses hukum yang sedang berjalan.
Dukungan Pemerintah Kota Surabaya
Eri Cahyadi menegaskan komitmennya untuk memastikan hak-hak para pekerja terpenuhi. Penahanan ijazah merupakan tindakan yang tidak adil dan perlu diusut tuntas.
Wali Kota Surabaya juga meminta kasus ini mendapatkan perhatian khusus dari pihak kepolisian. Harapannya, kasus ini dapat segera terungkap dan pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
Kasus Penahanan Ijazah Menjadi Atensi Khusus
Eri Cahyadi telah meminta Wakapolres, Kasatreskrim, dan Kasatintel untuk menangani kasus ini secara intensif. Ia menekankan pentingnya pengungkapan cepat agar memberikan keadilan kepada para korban.
Pihak kepolisian diharapkan dapat segera mengungkap motif di balik penahanan ijazah tersebut dan memproses hukum para pelakunya. Proses hukum yang transparan sangat penting untuk memberikan rasa keadilan.
Permintaan Pengungkapan Cepat
Wali Kota Eri Cahyadi berharap agar kasus ini segera terselesaikan. Ia ingin memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi para mantan karyawan UD Sentoso Seal.
Kecepatan dalam mengungkap kasus ini juga penting untuk mencegah kejadian serupa terjadi di kemudian hari. Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen untuk melindungi hak-hak para pekerja.
Puluhan Korban Datangi Polres Tanjung Perak
Puluhan mantan karyawan UD Sentoso Seal berdatangan ke Polres Tanjung Perak untuk membuat laporan secara resmi. Eri Cahyadi turut mendampingi mereka selama proses pelaporan.
Wali Kota Surabaya memberikan dukungan moral kepada para korban dan memastikan pemerintah kota akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Proses pelaporan berjalan lancar dan tertib.
Kasus penahanan ijazah ini menyoroti pentingnya perlindungan hak-hak pekerja dan penegakan hukum yang tegas. Dukungan dari pemerintah dan kepolisian diharapkan dapat memberikan keadilan bagi para korban dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Semoga kasus ini dapat menjadi pembelajaran bagi perusahaan lain agar senantiasa menghormati hak-hak karyawannya.





