Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan pentingnya persatuan perempuan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan. Ia menyoroti masih adanya hambatan besar bagi kemajuan perempuan di Indonesia.
Hambatan Perempuan Indonesia Menuju Kesetaraan
Lestari Moerdijat, dalam talkshow peringatan Hari Kartini yang diselenggarakan Kowani dan KemenPPA, menyatakan bahwa “tembok kaca” yang menghambat kemajuan perempuan belum berhasil dihancurkan. Berbagai masalah masih menghalangi perempuan Indonesia untuk mencapai kesetaraan.
Keterbatasan, Ketidaksetaraan, dan Kekerasan
Masalah yang dihadapi perempuan Indonesia meliputi keterbatasan akses, ketidaksetaraan kesempatan, dan kekerasan dalam berbagai bidang kehidupan. Angka kematian ibu melahirkan, kesenjangan gender, dan kasus kekerasan terhadap perempuan masih tinggi dan perlu ditangani secara serius.
Pemanfaatan Data untuk Solusi Nyata
Lestari mengajak perempuan Indonesia untuk memanfaatkan data dan statistik yang tersedia untuk memahami tantangan yang dihadapi. Data mengenai angka kematian ibu, kesenjangan gender, dan kekerasan terhadap perempuan dapat menjadi dasar untuk merancang solusi konkret.
Seruan Kolaborasi Perempuan untuk Perubahan
Anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah ini menyerukan kolaborasi di antara perempuan. Mereka perlu bergandeng tangan untuk mengatasi tantangan dan mewujudkan kesetaraan, keadilan, dan emansipasi yang diperjuangkan RA Kartini.
Mewujudkan Cita-Cita Kartini
Perjuangan RA Kartini untuk kesetaraan gender harus diteruskan oleh generasi penerus. Kolaborasi dan pemanfaatan data akan menjadi kunci untuk mengatasi berbagai tantangan dan mewujudkan cita-cita Kartini.
Langkah Nyata Menuju Kesetaraan Gender
Lestari Moerdijat mendorong perempuan Indonesia untuk aktif berperan dalam menciptakan perubahan. Dengan memanfaatkan data dan bekerja sama, diharapkan perempuan Indonesia dapat mencapai kesetaraan dan keadilan yang lebih baik.
Peringatan Hari Kartini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang perjuangan perempuan Indonesia dan sekaligus menegaskan komitmen untuk terus berjuang menuju kesetaraan gender yang lebih baik. Pemanfaatan data dan kolaborasi antar perempuan menjadi kunci untuk mencapai tujuan tersebut.





