Tragedi Longsor Cirebon: 14 Tewas, 8 Penambang Hilang

Tragedi Longsor Cirebon: 14 Tewas, 8 Penambang Hilang
Tragedi Longsor Cirebon: 14 Tewas, 8 Penambang Hilang

Tragedi Longsor Gunung Kuda, Cirebon: 14 Penambang Tewas, Delapan Lainnya Hilang

Bencana longsor menerjang area tambang batu alam Gunung Kuda, Desa Cipanas, Cirebon, Jawa Barat, Jumat, 30 Mei 2025, sekitar pukul 11.30 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan duka mendalam bagi keluarga penambang. Sebanyak 14 penambang ditemukan tewas, sementara delapan lainnya masih dinyatakan hilang hingga saat ini.

Bacaan Lainnya

Tim SAR gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Proses evakuasi jenazah berjalan alot mengingat medan yang sulit. Sebanyak 13 jenazah berhasil diidentifikasi dan dibawa ke RSUD Arjawinangun. Satu jenazah masih dalam proses identifikasi.

Korban Jiwa dan Pencarian yang Berlanjut

Berdasarkan keterangan resmi BPBD Jawa Barat, delapan penambang masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsor. Proses pencarian dan evakuasi terus dilakukan hingga berita ini diturunkan. Tim SAR berharap dapat menemukan para penambang tersebut dalam kondisi selamat.

“Proses evakuasi akan dilanjutkan esok pagi,” ungkap Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, Sabtu (31/5/2025). Upaya pencarian difokuskan pada area yang diperkirakan menjadi lokasi tertimbunnya para penambang yang hilang.

Penyebab Longsor dan Kronologi Kejadian

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa longsor di Gunung Kuda disebabkan oleh kesalahan metode penambangan yang tidak memenuhi standar keselamatan. Metode penambangan yang tidak tepat diduga menjadi faktor utama penyebab terjadinya longsor.

Material longsor berupa batu dan tanah menghantam area kerja tambang, termasuk alat berat dan kendaraan proyek. Gundukan tanah dan batu yang sebelumnya tampak stabil, tiba-tiba bergerak kembali dan menyebabkan longsor.

Kesaksian Warga dan Situasi di Lokasi

Kesaksian warga di sekitar lokasi menyebutkan bahwa material longsoran bergerak sangat cepat. Dalam sekejap, material tersebut menghantam alat berat, kendaraan proyek, dan para pekerja yang berada di dekat tebing.

Rekaman video amatir memperlihatkan kondisi di lokasi yang sangat mencekam. Truk-truk terjebak di antara bongkahan batu besar, dan debu beterbangan di udara. Teriakan panik terdengar dari pekerja yang selamat.

Daftar Korban Meninggal Dunia

Berikut daftar 14 penambang yang meninggal dunia dalam tragedi longsor Gunung Kuda:

  • Ahmad Sulaiman (35), warga Desa Cipanas
  • Budi Santoso (42), warga Kecamatan Dukupuntang
  • Candra Wijaya (29), warga Desa Cikalahang
  • Dedi Supriyadi (38), warga Kecamatan Beber
  • Eko Prasetyo (33), warga Desa Kedungdawa
  • Fajar Hidayat (27), warga Kecamatan Sumber
  • Gilang Ramadhan (31), warga Desa Cisaat
  • Hendra Saputra (36), warga Kecamatan Talun
  • Imam Wahyudi (40), warga Desa Cikalahang
  • Joko Susilo (45), warga Kecamatan Plumbon
  • Kurniawan (28), warga Desa Kedungdawa
  • Lukman Hakim (34), warga Kecamatan Beber
  • Mulyadi (39), warga Desa Cipanas
  • Satu jenazah masih dalam proses identifikasi.

Tim SAR gabungan terus berupaya keras melakukan pencarian terhadap delapan penambang yang masih hilang. Semoga upaya pencarian dan evakuasi segera membuahkan hasil. Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan yang ketat di area pertambangan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *