Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDIP, TB Hasanuddin, menekankan urgensi TNI Angkatan Laut untuk memiliki alat pendeteksi kapal selam asing. Beliau berpendapat luasnya wilayah perairan Indonesia membutuhkan pengawasan maksimal.
Kekhawatiran ini disampaikan mengingat keterbatasan alutsista TNI AL saat ini. Kondisi ini diperparah dengan jumlah kapal selam Indonesia yang terbatas.
Pentingnya Alat Pendeteksi Kapal Selam Asing bagi TNI AL
TB Hasanuddin menjelaskan, luasnya wilayah perairan Indonesia dengan kedalaman yang bervariasi menyulitkan pengawasan maksimal oleh TNI AL. Oleh karena itu, alat pendeteksi kapal selam menjadi sangat krusial.
Selain alat pendeteksi, peningkatan jumlah kapal selam juga dinilai penting untuk memperkuat kemampuan pengawasan bawah laut Indonesia.
Kendala Pengadaan dan Prioritas Anggaran
Salah satu kendala utama pengadaan alat pendeteksi kapal selam asing adalah anggaran. Prioritas anggaran selama ini lebih difokuskan pada pengadaan kapal dan kapal selam.
TB Hasanuddin menambahkan, penggunaan alat pendeteksi kapal selam juga membutuhkan alih teknologi. Hal ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Meskipun demikian, beliau berharap pemerintah dapat memprioritaskan pengadaan alat pendeteksi tersebut mengingat urgensi menjaga pertahanan dan keamanan negara.
Kesulitan Mendeteksi Kapal Selam Asing dan Langkah ke Depan
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, sebelumnya telah mengakui kekurangan alat sonar pendeteksi kapal selam asing milik TNI AL. Pengawasan bawah laut saat ini masih mencapai 0%.
Ketiadaan alat pendeteksi ini membuat TNI AL kesulitan mendeteksi kapal selam asing yang melintas di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Pengajuan pengadaan alat tersebut telah diajukan ke Kementerian Pertahanan.
TB Hasanuddin mengatakan, meskipun sebelumnya belum menjadi prioritas karena minimnya penyusupan kapal selam asing, era sekarang menuntut adanya alokasi dana untuk keperluan mendesak, termasuk pertahanan negara.
Dengan demikian, pemerintah diharapkan dapat mengalokasikan anggaran yang cukup untuk pengadaan alat pendeteksi kapal selam asing, sehingga kemampuan TNI AL dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia dapat ditingkatkan.
Ke depan, diharapkan adanya kerjasama dan strategi yang terintegrasi antara TNI AL dan Kementerian Pertahanan untuk memastikan pengadaan dan operasionalisasi alat pendeteksi kapal selam asing berjalan lancar dan efektif.





