Amerika Serikat (AS) menunjukkan komitmen kuatnya terhadap kerja sama pertahanan dan keamanan dengan Indonesia. Buktinya, 25 perusahaan industri pertahanan AS turut serta dalam pameran Indo Defence 2025.
Keikutsertaan ini difasilitasi oleh Kallman Worldwide, yang mendirikan paviliun kemitraan AS (USA Partnership Pavilion). Hal ini menunjukkan kerja sama yang erat antara kedua negara.
Partisipasi Kuat AS di Indo Defence 2025
Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar AS di Jakarta, Heather Merritt, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya paviliun AS di Indo Defence 2025. Ia menekankan pentingnya pameran ini sebagai wadah bagi perusahaan-perusahaan AS untuk memamerkan teknologi pertahanan canggih mereka.
Hadirnya perusahaan-perusahaan AS di Indo Defence merepresentasikan komitmen kuat AS untuk memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia. Kemitraan ini tidak hanya terbatas pada bidang pertahanan, tetapi juga meluas ke sektor lain.
Heather Merritt menyebut Indo Defence sebagai ajang penting untuk menjalin komunikasi dan potensi kerja sama. Ia berharap pameran ini akan menghasilkan kolaborasi nyata untuk mendukung kebutuhan pertahanan dan keamanan Indonesia.
Kerja Sama Militer dan Pengembangan Teknologi
Kerja sama strategis AS-Indonesia mencakup berbagai sektor, termasuk penerbangan sipil, keamanan siber, dan industri strategis lainnya. Salah satu contohnya adalah transfer teknologi dari AS ke PT Dirgantara Indonesia untuk pelatihan dan perawatan pesawat sipil dan militer.
Garuda Indonesia dan TNI Angkatan Udara mengoperasikan pesawat buatan AS seperti Boeing 737 dan Lockheed Martin C-130J. Pesawat-pesawat ini juga dipamerkan di Indo Defence 2025.
Latihan gabungan Super Garuda Shield menjadi simbol eratnya kolaborasi militer Indonesia-AS. Latihan ini meningkatkan interoperabilitas dan kesiapan tempur kedua negara.
Kemitraan AS-Indonesia sangat penting untuk keamanan dan pertumbuhan ekonomi global, terutama di kawasan Indo-Pasifik. Kawasan ini menjadi jalur perdagangan dunia yang signifikan.
Dukungan AS untuk Visi Indonesia Emas 2045
Amerika Serikat mendukung penuh Visi Indonesia Emas 2045, khususnya dalam transformasi digital dan keamanan siber. Dukungan ini akan difokuskan pada teknologi masa depan berbasis kecerdasan buatan (AI) dan solusi inovatif lainnya.
AS berkomitmen menjadi mitra utama Indonesia dalam memodernisasi pertahanan dan keamanan secara inklusif dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan komitmen bersama untuk meningkatkan stabilitas regional.
Indo Defence 2025, berlangsung dari 11 hingga 14 Juni 2025. Pada 11-13 Juni, acara ini hanya untuk tamu undangan.
Publik dapat mengunjungi Indo Defence pada 14 Juni 2025 dengan membeli tiket seharga Rp 50.000. Tiket dapat dibeli melalui aplikasi BBO.
Beberapa perusahaan AS yang berpartisipasi antara lain Leonardo DRS, L3Harris Technologies, GE Aerospace, Boeing, dan Lockheed Martin. Komandan Garda Nasional Angkatan Darat Hawai’i, Brigadir Jenderal Tyson Y. Tahara, juga hadir.
Indo Defence 2025 menjadi bukti nyata komitmen AS dalam memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan akan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kedua negara di masa depan, memperkuat posisi Indonesia dalam kancah internasional dan mendukung visi Indonesia Emas 2045.





