Zeky Yamani, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Tangerang Selatan (Tangsel), resmi ditahan sebagai tersangka kasus korupsi pengangkutan dan pengelolaan sampah. Kasus ini melibatkan dugaan penyelewengan dana senilai Rp 15,4 miliar.
Dugaan Penggunaan Dana Korupsi untuk Cicilan Rumah
Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Kejati Banten, Nurhimawan, mengungkapkan pernyataan Zeky Yamani terkait penggunaan dana tersebut. Zeky mengaku sebagian dana digunakan untuk “koordinasi”, namun ia mengaku lupa kepada siapa ia melakukan koordinasi tersebut.
Total Rp 15,4 miliar yang diterima Zeky berasal dari transfer dana PT EPP. Sebagian dari dana tersebut, menurut keterangan penyidik, digunakan untuk membayar cicilan rumah Zeky.
Penyelidikan Lebih Lanjut Terhadap Aliran Dana
Pihak kejaksaan berencana untuk menyelidiki lebih lanjut penggunaan dana tersebut. Detail mengenai penggunaan dana untuk cicilan rumah masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.
Aliran dana korupsi masih belum sepenuhnya terungkap karena keterangan tersangka dinilai kurang kooperatif. Namun, diketahui bahwa penerimaan dana tersebut atas arahan tersangka Wahyunoto Lukman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tangsel.
Peran Zeky Yamani dalam Kasus Korupsi
Zeky Yamani, yang sebelumnya bertugas di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel dan kini bekerja di Disdukcapil, berperan sebagai penampung uang dan pencari lokasi pembuangan sampah ilegal. Perannya dalam skema korupsi ini sangat krusial.
Ia bekerja sama dengan Wahyunoto Lukman untuk menentukan lokasi pembuangan sampah yang tidak memenuhi kriteria perundang-undangan. Keduanya diduga bekerja sama dalam menentukan titik pembuangan sampah ilegal tersebut.
Total Dana Korupsi dan Peran Zeky
Zeky diduga menerima Rp 15,4 miliar dari total kontrak pengelolaan dan pembuangan sampah senilai Rp 75,9 miliar yang dibayarkan Pemkot Tangsel. Uang tersebut ditransfer atas nama Zeky Yamani.
Sebagai mantan staf DLH, Zeky bertanggung jawab menetapkan lokasi pembuangan sampah. Kerja samanya dengan kepala dinas dalam menentukan lokasi pembuangan sampah yang ilegal menjadi kunci kasus ini.
Ketidakkooperatifan Tersangka dan Proses Hukum Selanjutnya
Meskipun pihak kejaksaan terus berupaya mengungkap kasus ini, tersangka Zeky Yamani masih belum sepenuhnya kooperatif. Penyidik akan terus mendalami keterangan tersangka untuk mengungkap seluruh detail kasus.
Proses hukum akan terus berlanjut untuk mengungkap seluruh jaringan dan aliran dana korupsi ini. Pihak kejaksaan berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akarnya.
Kasus korupsi pengangkutan dan pengelolaan sampah di Tangsel ini menjadi sorotan publik. Keberhasilan pengungkapan kasus ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang. Proses hukum yang transparan dan adil sangat penting dalam menjaga kepercayaan publik.





