Kirab Mahkota Binokasih, mahkota bersejarah peninggalan Kerajaan Galuh yang juga pernah dikenakan Prabu Siliwangi di era Kerajaan Pajajaran, akan diarak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 21 April 2025.
Rute Kirab dan Rekayasa Lalu Lintas
Kirab sepanjang kurang lebih 6 kilometer ini akan dimulai dari Jalan Raya Karadenan menuju Jalan Tegar Beriman, hingga kompleks Pemkab Bogor.
Polres Bogor menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan. Penutupan jalan dan pengalihan arus akan diterapkan jika kondisi lalu lintas padat.
Pengalihan Arus Kendaraan
Untuk kendaraan dari arah Kota Bogor menuju Pemda, pengalihan akan dilakukan melalui Jalan Mandala Raya menuju Kandang Roda jika volume kendaraan tinggi.
Kendaraan besar akan dialihkan ke kantong parkir sementara untuk menunggu kirab lewat. Masyarakat di sekitar rute kirab akan dibantu untuk melintas secara tertib.
Penanganan Kemacetan di Jalan Tegar Beriman
Arus lalu lintas di Jalan Tegar Beriman menuju Jalan Raya Bogor akan diatur dengan sistem contraflow untuk memperlancar arus kendaraan.
Penutupan sementara jalan di beberapa titik akan dilakukan untuk memastikan kelancaran kirab dan keamanan peserta serta penonton.
Makna Sejarah Kirab Mahkota Binokasih
Kirab Mahkota Binokasih yang pertama kali digelar di Kabupaten Bogor ini bukan sekadar seremonial.
Kegiatan ini sarat makna edukasi sejarah, mengingatkan kita pada Kerajaan Galuh, Pajajaran, hingga Sumedang Larang, melalui simbol mahkota yang masih terjaga hingga kini.
Mahkota Binokasih menjadi bukti nyata warisan budaya yang perlu dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Dampak Positif bagi Kabupaten Bogor
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pariwisata dan perekonomian Kabupaten Bogor.
Event budaya seperti kirab Mahkota Binokasih mampu menarik minat wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
Keberhasilan penyelenggaraan kirab ini menjadi bukti kemampuan Kabupaten Bogor dalam mengelola event besar dan mempromosikan potensi daerahnya.
Secara keseluruhan, kirab Mahkota Binokasih di Kabupaten Bogor merupakan perpaduan antara pelestarian budaya, edukasi sejarah, dan upaya peningkatan pariwisata daerah. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Bogor.





