Program Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu Tahun 2025 mewajibkan guru peserta untuk membuat jurnal pembelajaran sebagai tugas modul. Ini bukan sekadar tugas administratif, melainkan alat refleksi penting bagi guru.
Salah satu jurnal yang wajib dibuat adalah jurnal Pembelajaran Berdiferensiasi, dibahas pada Modul 1. Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini dapat membantu proses pembuatannya.
Artikel ini akan menjelaskan cara membuat jurnal Pembelajaran Berdiferensiasi secara sistematis, serta memberikan contoh untuk referensi guru peserta PPG.
Memahami Jurnal Pembelajaran Berdiferensiasi
Jurnal Pembelajaran Berdiferensiasi adalah catatan reflektif guru. Catatan ini menggambarkan penerapan strategi pengajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan, dan gaya belajar siswa.
Tujuannya adalah menciptakan pembelajaran inklusif dan menyenangkan. Hal ini mendukung keterlibatan aktif seluruh siswa dalam proses belajar mengajar.
Platform Pengumpulan dan Langkah Praktis Pembuatan Jurnal
Semua jurnal PPG harus diunggah melalui platform Ruang GTK. Ini merupakan syarat administratif dan evaluatif yang wajib dipenuhi peserta PPG.
Berikut langkah-langkah membuat jurnal Pembelajaran Berdiferensiasi menggunakan AI, misalnya Google Gemini 1.5 Pro Preview:
Pertama, siapkan *prompt* atau perintah tugas yang jelas dan spesifik. Contohnya, “Buatkan jurnal pembelajaran berdiferensiasi Matematika kelas 5 SD, materi Operasi Hitung Pecahan.”
Kedua, salin *prompt* tersebut ke Google Gemini dan kirim. Tunggu hingga AI menghasilkan rancangan jurnal.
Ketiga, sesuaikan format dan revisi hasil dari AI. Pastikan sesuai dengan konteks kelas dan karakteristik siswa Anda.
Contoh Jurnal Pembelajaran Berdiferensiasi (Matematika Kelas 5 SD)
Contoh berikut menggambarkan jurnal Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Matematika kelas 5 SD, materi Operasi Hitung Pecahan. Durasi pembelajaran adalah 4 x 35 menit (2 pertemuan).
Tujuan pembelajarannya adalah agar siswa mampu menyelesaikan operasi pecahan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Asesmen diagnostik dilakukan untuk memetakan kemampuan siswa. Hasilnya dikelompokkan menjadi tiga: Mahir (30%), Cukup Mahir (50%), dan Perlu Bimbingan (20%).
Rancangan pembelajaran berdiferensiasi meliputi diferensiasi konten, proses, dan produk. Setiap kelompok mendapatkan materi dan strategi yang sesuai dengan kemampuannya.
Asesmen formatif dilakukan melalui observasi, penilaian produk, kuis singkat, dan umpan balik personal. Refleksi guru berisi poin-poin yang berjalan baik dan perlu ditingkatkan, serta tindak lanjut yang akan dilakukan.
Manfaat jurnal pembelajaran berdiferensiasi antara lain membantu guru mengenali karakteristik siswa. Jurnal juga meningkatkan efektivitas pembelajaran dan menjadi alat refleksi bagi guru.
PPG Guru Tertentu 2025 mendorong integrasi teknologi dalam pembelajaran. AI membantu guru membuat jurnal secara efisien dan meningkatkan kualitas refleksi pembelajaran.
Membuat jurnal pembelajaran berdiferensiasi bukan sekadar kewajiban. Ini adalah upaya nyata meningkatkan kualitas pembelajaran dan pemahaman guru terhadap kebutuhan siswa masing-masing.
Dengan memahami karakteristik siswa dan menerapkan strategi diferensiasi, guru dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna dan efektif. Penggunaan AI hanya membantu mempermudah proses, namun keakuratan dan konteks tetap menjadi tanggung jawab guru.





