Pulau Tidung Kecil: Surga Konservasi, Usulan Brilian Francine PSI

Pulau Tidung Kecil: Surga Konservasi, Usulan Brilian Francine PSI
Sumber: Liputan6.com

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Francine Widjojo dari Fraksi PSI, mengusulkan agar Pulau Tidung Kecil tetap difungsikan sebagai kawasan konservasi. Hal ini disampaikannya dalam rapat Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta pada Rabu (11/6/2025). Usulan ini menanggapi rencana menjadikan Pulau Tidung Kecil sebagai pulau tematik kucing.

Rencana tersebut dinilai Francine belum sesuai dengan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang menetapkan Pulau Tidung Kecil sebagai wilayah konservasi perairan. Lebih lanjut, proyek tersebut juga belum memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL).

Bacaan Lainnya

Pulau Tematik Kucing: AMDAL dan RPJMD

Francine menekankan pentingnya AMDAL dalam proyek pembangunan pulau tematik. Ketiadaan AMDAL menunjukkan kurangnya kajian mendalam mengenai dampak lingkungan dari rencana tersebut.

Meskipun masih dalam tahap konsep kajian teknis dan belum memiliki AMDAL, rencana pembangunan pulau tematik kucing telah masuk dalam rancangan akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta 2025-2029. Hal ini menjadi sorotan Francine.

Francine menyatakan kekecewaannya atas keputusan Pemprov DKI Jakarta yang memasukkan proyek tersebut ke RPJMD tanpa AMDAL. AMDAL merupakan kajian krusial untuk menilai dampak terhadap lingkungan hidup dan seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan.

Kekhawatiran Terhadap Kesehatan Hewan di Pulau Tidung Kecil

Jarak Pulau Tidung Kecil yang jauh dari pusat layanan kesehatan hewan menjadi perhatian serius Francine. Saat ini, Jakarta hanya memiliki satu Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di Jakarta Selatan untuk hewan domestik.

Minimnya akses layanan kesehatan hewan di Kepulauan Seribu dikhawatirkan akan berdampak buruk pada kucing-kucing yang akan direlokasi ke Pulau Tidung Kecil. Contohnya, tahun lalu dua anjing meninggal di Shelter Hewan Jakarta yang letaknya berdekatan dengan Puskeswan Ragunan.

Francine juga mengungkapkan kekhawatiran mengenai kesejahteraan kucing-kucing yang akan dipindahkan jika rencana pulau tematik kucing tetap dilanjutkan. Akses layanan kesehatan yang terbatas berpotensi menimbulkan masalah serius bagi kesehatan dan keselamatan hewan-hewan tersebut.

Usulan Peningkatan Layanan Kesehatan Hewan di Jakarta

Francine mengapresiasi rencana Pemprov DKI Jakarta untuk membangun Rumah Sakit Hewan, 15 Puskeswan, dan 10 mobil veteriner (moyanvet). Ketiga hal ini sejalan dengan usulan Francine dan amanat Peraturan Menteri Pertanian Nomor 64 Tahun 2007.

Pembangunan 10 Puskeswan dan 6 Moyanvet di tahun 2026 merupakan langkah positif. Namun, Francine mengingatkan bahwa sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 64 Tahun 2007, Jakarta seharusnya memiliki minimal 15 Puskeswan yang tersebar di seluruh wilayah.

Francine juga menekankan pentingnya janji kampanye gubernur untuk meningkatkan layanan kesehatan hewan di Jakarta. Peningkatan layanan kesehatan hewan ini juga sangat penting untuk menunjang kesejahteraan hewan dan mendukung keberhasilan berbagai program terkait hewan di DKI Jakarta. Termasuk, jika suatu hari nanti Pulau Tidung Kecil akan dihuni oleh populasi kucing dalam jumlah yang signifikan.

Francine Widjojo berharap usulannya untuk menjadikan Pulau Tidung Kecil sebagai pulau tematik konservasi dapat dipertimbangkan. Hal ini penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan juga memastikan rencana pembangunan selaras dengan peraturan yang ada. Peningkatan akses layanan kesehatan hewan di Jakarta juga harus menjadi prioritas untuk menjamin kesejahteraan hewan, termasuk di Pulau Tidung Kecil.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *