Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, untuk lebih aktif menyampaikan pesan-pesan kepresidenan. Permintaan ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo kepada Prasetyo Hadi.
Mensesneg Prasetyo Hadi Ditunjuk Sebagai Jubir Presiden
Prasetyo Hadi membenarkan arahan Presiden Prabowo. Ia menyatakan akan aktif menyampaikan pesan-pesan Presiden kepada publik. Namun, ia menegaskan hal ini bukan pengangkatan resmi sebagai jubir.
Kerja Sama dengan Kantor Komunikasi Presiden (PCO)
Prasetyo Hadi menekankan bahwa tugas tambahan ini tidak menggantikan peran Kantor Komunikasi Presiden (PCO) yang dipimpin Hasan Nasbi. Keduanya akan bekerja sama untuk memastikan komunikasi publik yang efektif.
Pekerjaan Prasetyo Hadi sebagai tambahan untuk memperkuat komunikasi Presiden, bukan menggantikan atau mengevaluasi kinerja PCO. Ia menegaskan akan membantu PCO jika ada kekurangan dalam kinerja mereka.
Permintaan Presiden Bukan Evaluasi Kinerja PCO
Permintaan Presiden Prabowo kepada Prasetyo Hadi bukan sebagai bentuk evaluasi negatif terhadap kinerja PCO. Hal ini diungkapkan langsung oleh Prasetyo Hadi kepada awak media.
Presiden Prabowo sendiri telah secara terbuka mengakui adanya kekurangan dalam komunikasi pemerintahan dan berkomitmen untuk memperbaikinya. Prasetyo Hadi menekankan bahwa tugas tambahan ini merupakan upaya untuk memperkuat komunikasi kepresidenan.
Latar Belakang Permintaan Presiden: Komunikasi Publik yang Perlu Perbaikan
Kantor Komunikasi Presiden (PCO) dibentuk berdasarkan Perpres Nomor 82 Tahun 2024. Tugas utamanya adalah mendukung Presiden dalam komunikasi kebijakan strategis dan program prioritas.
Namun, komunikasi yang dilakukan PCO terkadang menimbulkan kontroversi dan dianggap blunder oleh publik. Salah satu contohnya adalah pernyataan Hasan Nasbi terkait teror kiriman kepala babi ke kantor media Tempo.
Kontroversi Pernyataan Kepala PCO
Pernyataan Hasan Nasbi yang menyarankan “dimasak saja” kepala babi yang dikirim ke kantor Tempo menuai banyak kritik. Bahkan Presiden Prabowo menyebut pernyataan tersebut sebagai tindakan yang teledor dan keliru.
Hasan Nasbi sendiri telah memberikan klarifikasi terkait pernyataannya tersebut. Ia menjelaskan bahwa pernyataannya merepresentasikan respons santai jurnalis Tempo, Francisca Christy Rosana, terhadap teror tersebut.
Kesimpulan: Upaya Penguatan Komunikasi Kepresidenan
Permintaan Presiden Prabowo kepada Mensesneg Prasetyo Hadi untuk membantu komunikasi publik merupakan upaya untuk memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat. Ini merupakan langkah proaktif untuk memperbaiki kekurangan yang ada dan memastikan pesan-pesan Presiden tersampaikan dengan efektif. Kerja sama antara Mensesneg dan PCO diharapkan dapat menghasilkan komunikasi publik yang lebih terarah dan terhindar dari kontroversi. Dengan demikian, diharapkan citra pemerintahan dapat terjaga dengan baik.





