Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menerima undangan istimewa dari Presiden Prancis Emmanuel Macron. Undangan tersebut untuk menghadiri Hari Bastille di Paris pada 14 Juli 2025, sebuah kehormatan yang mencerminkan semakin kuatnya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Prancis. Kehadiran Indonesia dalam perayaan nasional Prancis ini menandai babak baru dalam kerja sama bilateral kedua negara.
Pengumuman tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam konferensi pers di Istana Merdeka. Beliau menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas undangan tersebut.
Kehormatan Indonesia di Hari Bastille
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rasa syukur atas undangan tersebut. Beliau mengingat pengalamannya menyaksikan parade Hari Bastille saat bertugas di luar negeri puluhan tahun lalu.
Kini, beliau akan hadir sebagai tamu kehormatan bersama Presiden Macron. Hal ini menjadi simbol peningkatan peran Indonesia di kancah internasional.
Partisipasi TNI dalam Parade Militer
Menanggapi undangan tersebut, Presiden Prabowo menginstruksikan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin untuk mempersiapkan kontingen militer TNI terbaik. Pasukan tersebut akan berpartisipasi dalam parade militer kenegaraan di Champs-Élysées, Paris.
Partisipasi TNI dalam parade Hari Bastille merupakan kesempatan berharga untuk menunjukkan profesionalisme dan kekuatan militer Indonesia di panggung dunia. Presiden Prabowo menekankan pentingnya pengiriman kontingen terbaik yang mencerminkan disiplin dan kehormatan TNI.
Sejarah dan Tradisi Hari Bastille
Hari Bastille, perayaan nasional Prancis yang memperingati Revolusi Prancis, merupakan acara militer bergengsi di Eropa. Parade ini telah berlangsung sejak 1880, menjadi tradisi tahunan kecuali selama pendudukan Nazi dan pandemi COVID-19.
Parade ini biasanya menampilkan pasukan elit Prancis dan negara-negara mitra. Acara ini akan menjadi panggung bagi Indonesia untuk memperlihatkan kekuatan dan profesionalisme militernya.
Kunjungan Kenegaraan Presiden Macron ke Indonesia
Kunjungan Presiden Macron ke Indonesia dari tanggal 27 hingga 29 Mei 2025, bukan hanya sekedar kunjungan biasa. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian lawatan Indo-Pasifiknya yang mencakup Vietnam dan Singapura.
Selama kunjungannya, Presiden Macron melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo dan menyaksikan penandatanganan 21 dokumen kerja sama strategis antara kedua negara. Kunjungan ini juga mencakup kunjungan budaya ke Candi Borobudur dan Akademi Militer di Magelang.
Kunjungan Presiden Macron ke Indonesia, termasuk kunjungan ke Magelang, semakin mengukuhkan hubungan bilateral yang kuat di bidang pertahanan dan budaya. Kerja sama yang erat ini diharapkan akan berlanjut dan berkembang di masa depan.
Kehadiran Presiden Prabowo di Hari Bastille bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama strategis dengan Prancis di berbagai bidang, termasuk pertahanan, transisi energi, dan kebudayaan. Partisipasi Indonesia dalam parade Hari Bastille merupakan langkah signifikan dalam meningkatkan pengaruh global dan membangun kepercayaan strategis di antara negara-negara. Ini adalah momen bersejarah yang akan dikenang dalam hubungan Indonesia-Prancis.





