Polres Priok Selamatkan Keluarga Depok Telantar di Pelabuhan

Polisi Bantu Pulangkan Keluarga Terlantar di Pelabuhan Tanjung Priok

Sebuah keluarga asal Citayam, Depok, Jawa Barat, nyaris terjebak situasi sulit di Pelabuhan Tanjung Priok. Mereka salah perhitungan jadwal keberangkatan kapal laut dan terlantar hingga malam hari.

Bacaan Lainnya

Beruntung, Polres Pelabuhan Tanjung Priok memberikan bantuan sehingga keluarga tersebut dapat kembali ke rumah mereka dengan selamat.

Keluarga Terlantar Karena Salah Jadwal Kapal

Keluarga Ibu Ani awalnya berencana menuju Batam menggunakan KM Kelud. Namun, mereka tidak membeli tiket terlebih dahulu dan baru mengetahui kapal tersebut baru bersandar pada 2 Mei 2025.

Ketidaktahuan akan jadwal kapal ini membuat mereka terlantar di Dermaga Terminal Nusantara II sejak Minggu pagi, 27 April 2025.

Keluarga ini terdiri dari tujuh orang, termasuk seorang bayi berusia 1,3 tahun dan 4 bulan. Mereka menghabiskan waktu seharian di teras pelabuhan dengan bekal yang menipis.

Kondisi ini tentu mengkhawatirkan, mengingat mereka membawa bayi dan anak kecil serta seorang lansia berusia 60 tahun. Mereka tampak bingung dan kelelahan.

Polres Tanjung Priok Beraksi Cepat

Anggota Polres Pelabuhan Tanjung Priok menemukan keluarga tersebut sekitar pukul 21.00 WIB saat patroli Operasi Cipta Kondisi. Melihat kondisi keluarga yang memprihatinkan, polisi langsung bertindak.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Martuasah Tobing, menjelaskan bahwa polisi langsung memesankan taksi online untuk mengantar keluarga tersebut kembali ke Depok.

Ibu Ani dan keluarganya mengaku awalnya berniat bertahan di pelabuhan karena keterbatasan biaya untuk pulang ke Depok. Polisi khawatir dengan keselamatan keluarga tersebut, terutama bayi yang mereka bawa.

Setelah memastikan taksi online tiba, polisi bahkan memantau perjalanan taksi tersebut hingga keluarga Ani sampai dengan selamat di rumah.

Aksi Kemanusiaan Polres Tanjung Priok

AKBP Martuasah Tobing menekankan bahwa tindakan yang dilakukan merupakan bentuk aksi kemanusiaan. Pihaknya hanya ingin meringankan beban keluarga tersebut.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa keluarga Ani sebenarnya dijanjikan oleh seseorang untuk dibantu biaya perjalanan ke Batam melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

Namun, janji tersebut ternyata tidak sesuai kenyataan. Hal inilah yang menyebabkan keluarga Ani terlantar dan mengalami kesulitan di Pelabuhan Tanjung Priok.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya memastikan detail perjalanan, terutama soal jadwal dan tiket, sebelum melakukan perjalanan jauh, khususnya bagi keluarga yang membawa bayi dan anak kecil.

Semoga bantuan yang diberikan Polres Pelabuhan Tanjung Priok dapat menjadi pelajaran berharga dan memberikan ketenangan bagi keluarga Ibu Ani.

Aksi kepedulian polisi ini patut diapresiasi sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *