Petugas Polres Metro Depok mengalami penyerangan saat menangkap tersangka berinisial TS di Harjamukti, Depok. Mobil dinas mereka bahkan dibakar oleh massa.
Seorang anggota polisi, Briptu Z, ditarik paksa dari mobilnya dan dikeroyok. Kaca mobil dipecahkan sebelum pengeroyokan terjadi.
Penyerangan dan Pengeroyokan di Depok
Peristiwa ini terjadi Jumat, 18 April 2025, sekitar pukul 02.30 WIB. Para petugas tengah meninggalkan lokasi setelah mengamankan tersangka TS.
Selain Briptu Z, anggota polisi lain juga menjadi korban pengeroyokan. Pelaku pengeroyokan diduga merupakan anggota ormas dan simpatisan tersangka TS.
Kronologi Kejadian
Setelah penangkapan TS, massa mulai berdatangan dan memprovokasi perusakan mobil polisi. Provokasi dilakukan secara langsung dan melalui grup WhatsApp.
Seruan untuk membakar mobil polisi terdengar lantang. Massa yang sudah banyak akhirnya merusak dan membakar mobil dinas tersebut.
Lima Tersangka Ditangkap
Polisi telah menangkap lima orang tersangka yang terlibat dalam penyerangan tersebut. Masing-masing tersangka memiliki peran berbeda.
Kelima tersangka tersebut dijerat dengan pasal yang sesuai dengan perannya masing-masing dalam kasus ini.
Peran Masing-Masing Tersangka
RS, anggota Satgas GRIB Ranting Harjamukti, menghalangi petugas dan memukul Aipda Ariek. GR, juga dari Satgas GRIB, membakar mobil polisi.
ASR, karyawan swasta, melawan petugas dan menghalangi evakuasi mobil. LA, Sekretaris GRIB Ranting Harjamukti, menghasut massa untuk membakar mobil.
Terakhir, LS, anggota Satgas GRIB Ranting Harjamukti, ikut merusak mobil polisi. Kelima tersangka kini tengah menjalani proses hukum.
Dampak dan Implikasi Kejadian
Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya aksi kekerasan terhadap aparat penegak hukum. Peristiwa ini juga menunjukan pentingnya penegakan hukum yang tegas terhadap tindakan premanisme.
Polda Metro Jaya berjanji akan menyelidiki kasus ini secara tuntas dan memberikan sanksi tegas kepada para pelaku. Langkah ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Kasus penyerangan dan pembakaran mobil polisi ini menjadi sorotan publik. Kejadian ini menunjukkan perlunya peningkatan keamanan bagi petugas kepolisian saat bertugas dan penegakan hukum yang lebih efektif terhadap tindakan premanisme. Proses hukum terhadap para tersangka akan terus dipantau untuk memastikan keadilan ditegakkan.





