Ketua Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pendeta Gomar Gultom, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Paus Fransiskus. Ia mengenang komitmen tinggi Paus Fransiskus terhadap kemanusiaan.
Meninggalnya Paus Fransiskus: Duka Cita Dunia
Kepergian Paus Fransiskus meninggalkan duka mendalam bagi seluruh umat manusia. Pendeta Gomar menyebut Paus Fransiskus sebagai teladan dalam mengusung nilai kemanusiaan tanpa memandang perbedaan agama.
Keteladanan Paus Fransiskus dalam Kemanusiaan
Paus Fransiskus telah menorehkan jejak mendalam dengan menempatkan kemanusiaan dan persaudaraan di atas segalanya. Beliau mengajarkan bahwa kemanusiaan dan persaudaraan harus melampaui batas-batas agama dan pilihan iman.
Kesederhanaan Hidup Paus Fransiskus
Selain komitmen kemanusiaan, Paus Fransiskus juga dikenal dengan kesederhanaannya. Sikap sederhana ini menjadi teladan langka di zaman yang semakin materialistis.
Paus Fransiskus menjalani kehidupan substansial, tidak terbelenggu oleh kemewahan duniawi. Baginya, jabatan adalah pelayanan, bukan simbol kekuasaan dan kemewahan.
Masa Jabatan dan Akhir Hayat Paus Fransiskus
Paus Fransiskus terpilih sebagai Paus ke-266 pada tahun 2013, menggantikan Paus Benediktus XVI. Ia menduduki Takhta Suci melalui pemilihan konklaf dalam tradisi Katolik.
Paus Fransiskus wafat pada usia 88 tahun, Senin (21/4/2025). Sebelum meninggal, beliau sempat dirawat intensif di rumah sakit karena pneumonia.
Meskipun sakit, Paus Fransiskus masih sempat muncul di publik, salah satunya dalam perayaan Paskah di Basilika Santo Petrus. Kehadirannya di perayaan Paskah menjadi momen berkesan sebelum wafatnya.
Jejak yang Akan Selalu Diingat
Wafatnya Paus Fransiskus merupakan kehilangan besar bagi dunia. Namun, warisan kepemimpinan dan ajarannya tentang kemanusiaan dan kesederhanaan akan selalu diingat dan dihargai.
Kedermawanan dan komitmen beliau terhadap kemanusiaan akan terus menginspirasi banyak orang untuk membangun dunia yang lebih baik. Semoga Paus Fransiskus beristirahat dalam damai.





