Perjalanan spiritual 38 Bhikkhu Thudong dari Thailand menuju Candi Borobudur, menempuh jarak 2.500 km, menciptakan momen penting persatuan dan harmoni antarumat beragama di Indonesia.
Doa Kebangsaan di Pantai Indah Kapuk
Para Bhikkhu menyempatkan diri singgah di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, untuk mengikuti Doa Kebangsaan Menyambut Waisak 2569 BE. Kegiatan ini berlangsung di Si Mian Fo Riverwalk Island.
Agung Sedayu Group (ASG), bersama Salim Group, tokoh agama, dan pemerintah, berperan sebagai tuan rumah dan fasilitator utama acara tersebut. Kegiatan ini bertujuan memperkuat nilai toleransi dan persatuan bangsa.
Dukungan Agung Sedayu Group
Direktur Utama ASG, Letjen TNI (Purn.) Dr. Nono Sampono, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para Bhikkhu. Ia menyebut acara ini sebagai momen spiritual yang luar biasa.
ASG mendukung penuh kegiatan keagamaan yang mempromosikan perdamaian dan keberagaman. Penyelenggaraan acara ini membuktikan komitmen ASG dalam menciptakan ruang publik yang inklusif.
Prosesi Doa dan Pemberian Berkah
Acara dimulai dengan penyambutan meriah oleh barisan pagar ayu dan pagar bagus, disusul pembentangan bendera merah putih sepanjang 780 meter oleh santri NU.
Prosesi dilanjutkan dengan doa bersama, Pindapata (pemberian dana kepada Bhikkhu), dan Sanghadana (persembahan untuk panti sosial). Acara ditutup dengan pemberian berkah oleh para Bhikkhu kepada sekitar 10.000 umat Buddha yang hadir.
Pesan Damai dari Bhikkhu
Bhante Wichai dan Bhante Rangsan menekankan bahwa perjalanan Thudong bukan hanya praktik spiritual, tetapi juga upaya menyebarkan pesan damai dan mempererat persatuan.
Mereka berharap perjalanan ini berkontribusi pada persatuan dan kedamaian di Indonesia yang majemuk. Tujuan utama perjalanan mereka adalah Candi Borobudur untuk menyebarkan ajaran Buddha.
Kolaborasi untuk Kebangsaan
Kegiatan di PIK menjadi simbol toleransi dan keberagaman, serta langkah nyata menciptakan ruang hidup inklusif. Kerjasama antara sektor swasta, tokoh agama, dan masyarakat sangat terlihat dalam acara ini.
Acara dihadiri berbagai tokoh nasional dan daerah, termasuk perwakilan Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Banten, serta tokoh agama dan masyarakat. Kehadiran mereka memperkuat makna kolaborasi dalam merawat nilai kebangsaan.
Secara keseluruhan, peristiwa ini menunjukkan bagaimana sebuah perjalanan spiritual dapat menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung kegiatan ini membuktikan komitmen nyata untuk menciptakan Indonesia yang harmonis dan damai.





