MENTERI HAM Investigasi Eksploitasi Mantan Pemain Sirkus Taman Safari?

Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) akan memanggil Taman Safari terkait dugaan eksploitasi terhadap mantan pemain Oriental Circus Indonesia (OCI). Pemanggilan ini bertujuan klarifikasi dan penentuan langkah selanjutnya.

Wamen HAM Mugiyanto mengumumkan rencana tersebut setelah menerima aduan dari mantan pemain sirkus OCI. Para perempuan ini melaporkan kekerasan dan dugaan perbudakan selama bekerja.

Bacaan Lainnya

Mugiyanto menyatakan adanya dugaan pelanggaran HAM berdasarkan keterangan para korban. Kejadian ini disebut telah berlangsung puluhan tahun di tempat kerja mereka.

Dugaan Pelanggaran HAM di Taman Safari: Klarifikasi dan Langkah Selanjutnya

KemenHAM akan memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan. Tujuannya adalah untuk mengambil langkah tepat bagi pemenuhan hak korban dan pencegahan kasus serupa.

Selain itu, KemenHAM juga mempertimbangkan pemulihan mental para korban. Hal ini dinilai penting untuk mencegah terulangnya kasus kekerasan serupa.

Respon Taman Safari Indonesia

Komisaris Taman Safari Indonesia, Tony Sumampouw, membantah keterlibatan Taman Safari dalam dugaan penyiksaan tersebut. Ia menegaskan kasus ini tidak ada hubungannya dengan Taman Safari Indonesia.

Sumampouw juga mempertanyakan bukti-bukti dugaan kekerasan dan heran mengapa kasus ini baru diungkap sekarang. Ia menyarankan agar korban melapor ke polisi.

Sejarah Oriental Circus Indonesia dan Taman Safari

Oriental Circus Indonesia (OCI) didirikan oleh Hadi Manansang, yang juga pendiri Taman Safari Indonesia. OCI berawal dari Bintang Akrobat dan Gadis Plastik pada tahun 1963-1964.

Hadi Manansang dan anak-anaknya mengelola semua aspek OCI, termasuk pelatihan satwa dan manajemen. Kecintaan Hadi pada binatang kemudian berlanjut pada pendirian Taman Safari Indonesia.

Pendirian Taman Safari Indonesia terinspirasi dari Ringling Brother Circus dan Winter Quarters. Tujuan awalnya adalah mengembangkan tempat berkembang biak satwa untuk pertunjukan sirkus.

Namun, kecelakaan yang dialami Hadi Manansang mengubah arah bisnis keluarga. Perjalanan berobat ke Australia membuka wawasan tentang taman safari, yang kemudian diadopsi di Indonesia.

Taman Safari Indonesia kini telah berkembang pesat, memiliki beberapa unit di berbagai lokasi. Ini membuktikan kesuksesan bisnis yang berawal dari sirkus dan kecintaan pada hewan.

Kasus dugaan eksploitasi ini menjadi sorotan penting bagi industri hiburan dan perlindungan pekerja. Proses penyelidikan KemenHAM diharapkan dapat memberikan keadilan bagi para korban dan mencegah kejadian serupa di masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *