Menteri Agus Pantau Program Pangan Nasional: Domba Nusakambangan Sehat?

Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto meninjau peternakan domba di Lapas Kembang Kuning, Nusakambangan, Jawa Tengah. Ia mengecek kesiapan program peternakan domba yang akan diluncurkan Juli atau Agustus mendatang.

Program Peternakan Domba di Lapas Kembang Kuning

Peternakan domba di Lapas Kembang Kuning memiliki populasi 500 ekor domba. Domba-domba ini dipelihara di lahan seluas 1 hektare.

Bacaan Lainnya

Kerja Sama dengan Pihak Ketiga

Direktorat Jenderal Permasyarakatan (Ditjenpas) bermitra dengan PT Domba Perkasa dan PT Sinatria dalam pengelolaan peternakan. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan hasil dan memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk terlibat aktif.

Peluang Pembinaan Warga Binaan

Sebanyak 30 warga binaan terlibat dalam program ini. Mereka mendapatkan pelatihan dan pengalaman praktis dalam peternakan domba.

Target Produksi dan Distribusi

Program ini menargetkan peluncuran resmi pada bulan Agustus. Keberhasilan program ini diharapkan dapat diterapkan di seluruh lembaga pemasyarakatan di Indonesia.

Kontribusi pada Ketahanan Pangan Nasional

Program peternakan domba ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Imipas mendukung swasembada pangan. Program ini juga mencakup pertanian, perikanan, dan pengelolaan sampah di lapas.

Pengembangan Sektor Pertanian Lain

Selain peternakan domba, Menteri Agus juga meninjau panen raya padi, jagung, dan ikan air tawar. Ia juga mengecek peternakan ayam dan lahan tambak udang di Nusakambangan.

Dukungan terhadap Misi Presiden

Inisiatif ini sejalan dengan misi Presiden Prabowo Subianto dalam mencapai swasembada pangan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pangan dan memberdayakan warga binaan.

Harapan dan Pengembangan Ke Depan

Menteri Agus berharap program ini tidak hanya meningkatkan produksi domba, tetapi juga memberdayakan warga binaan. Program ini direncanakan akan diperluas ke lembaga pemasyarakatan lainnya.

Populasi domba terdiri dari 486 betina, 12 jantan, dan 2 anakan. Suksesnya program ini bergantung pada keberlanjutan kerjasama dengan pihak ketiga dan pelatihan yang berkelanjutan bagi warga binaan. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi program pembinaan serupa di lembaga pemasyarakatan lain di seluruh Indonesia, berkontribusi nyata pada ketahanan pangan nasional, dan memberikan keterampilan berharga bagi para warga binaan untuk masa depan mereka setelah menjalani masa hukuman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *