Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menyampaikan duka cita atas meninggalnya Paus Fransiskus. Banyak ajaran berharga ditinggalkan Paus sepanjang hidupnya.
Ajaran Paus Fransiskus: Warisan bagi Umat Manusia
Ketua KWI, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, mengungkapkan bahwa ajaran Paus Fransiskus jauh melampaui nilai-nilai agama semata.
Paus Fransiskus memberikan teladan hidup berdasarkan kasih dan persaudaraan. Hal ini diterapkan tanpa memandang latar belakang siapapun.
Cinta Universal dan Persaudaraan
Ajaran Paus Fransiskus menekankan pentingnya cinta universal dan persaudaraan. Nilai-nilai Injil menjadi dasar ajarannya.
Ia juga mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Paus Fransiskus juga selalu menunjukkan belas kasih kepada kaum miskin dan terpinggirkan.
Keseederhanaan dalam Kehidupan dan Kematian
KWI menerima informasi dari Kedutaan Besar Vatikan di Indonesia terkait pemakaman Paus Fransiskus. Rencananya, prosesi pemakaman akan berlangsung sederhana.
Paus Fransiskus sendiri telah menyetujui liturgi sederhana. Hal ini difokuskan pada iman gereja dan kebangkitan Tuhan.
Meninggal di Usia 88 Tahun
Paus Fransiskus meninggal dunia pada Senin, 21 April 2025, di usia 88 tahun. Ia sebelumnya dirawat di rumah sakit selama lebih dari satu bulan karena pneumonia.
Kesehatan Paus Fransiskus sempat menurun sebelum kematiannya. Pneumonia menjadi penyakit yang dideritanya sebelum wafat.
Warisan Abdi Allah yang Sederhana
Kepergian Paus Fransiskus meninggalkan duka mendalam bagi umat Katolik dunia. Namun, warisannya berupa ajaran-ajaran luhur akan terus menginspirasi.
Ajaran tentang cinta, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama akan selalu dikenang. Ia meninggalkan teladan hidup yang sederhana namun sarat makna bagi dunia.





