Mitra dapur Yayasan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalibata, Jakarta Selatan, melaporkan dugaan penggelapan dana kepada pihak kepolisian.
Laporan tersebut ditujukan kepada inisial MBN, pihak Yayasan MBG, dengan nilai kerugian mencapai hampir Rp 1 miliar.
Laporan Penggelapan Dana Mencapai Rp 1 Miliar
Polres Metro Jakarta Selatan telah menerima laporan tersebut dan saat ini tengah melakukan penyelidikan.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Nurma Dewi, membenarkan penerimaan laporan dan menyertakan bukti berupa kuitansi senilai lebih dari Rp 900 juta.
Pihak kepolisian belum memeriksa saksi, namun akan segera memanggil saksi-saksi yang terlibat dalam kasus ini.
Bukti Kuitansi Sebagai Dasar Laporan
Kuitansi kerja sama antara mitra dapur dan Yayasan MBG menjadi bukti utama dalam laporan penggelapan dana.
Kuitansi tersebut menunjukkan adanya transaksi keuangan antara kedua belah pihak yang diduga tidak dibayarkan sepenuhnya oleh Yayasan MBG.
Kronologi Perselisihan dan Dugaan Penggelapan
Perselisihan bermula dari perbedaan harga per porsi makanan yang disepakati dalam kontrak.
Awalnya disepakati Rp 15.000 per porsi, namun kemudian diubah menjadi Rp 13.000 per porsi tanpa sepengetahuan mitra dapur.
Mitra dapur, Ibu Ira, telah menyediakan kurang lebih 65.025 porsi makanan untuk siswa PAUD, TK, RA, dan SD sejak Februari hingga Maret 2025.
Total kerugian yang dialami Ibu Ira mencapai Rp 975.375.000 berdasarkan perhitungan harga yang disepakati dan jumlah porsi makanan yang telah disiapkan.
Proses Hukum yang Sedang Berjalan
Laporan polisi telah terdaftar dengan nomor LP/B/1160/IV/2025/SPKT/POLRES METRO JAKSEL/POLDA METRO JAYA.
Kuasa hukum korban, Danna Harly, menyesalkan tindakan MBN yang tidak membayarkan hak kliennya.
Polisi masih menyelidiki kasus ini dan akan memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Langkah Selanjutnya Pihak Kepolisian
Penyidik akan memanggil semua pihak yang terlibat dalam kasus ini untuk memberikan keterangan.
Proses penyelidikan akan terus berlanjut hingga terungkapnya seluruh fakta dan pelaku yang bertanggung jawab atas dugaan penggelapan dana tersebut.
Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dan perjanjian yang jelas dalam kerjasama bisnis, terutama yang melibatkan dana publik dan kesejahteraan anak.
Semoga proses hukum berjalan lancar dan memberikan keadilan bagi mitra dapur yang telah dirugikan.





