JLNT Casablanca: Rute Silaturahride Tuai Kontroversi, Pramono Bereaksi!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmennya untuk mematuhi aturan dalam acara Silaturahride bersepeda bersama komunitas besok. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas.

Sebagai peserta, bukan inisiator acara, Pramono memastikan tidak akan ada pelanggaran aturan. Ia menegaskan, kehadirannya bukan berarti memberi izin untuk melanggar peraturan.

Bacaan Lainnya

Rute Silaturahride: Bukan dari Dinas Perhubungan

Pramono Anung membantah kabar bahwa Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menentukan rute Silaturahride. Ia memastikan rute sepenuhnya berasal dari komunitas sepeda.

Dishub tidak terlibat dalam perencanaan rute. Komunitas sepeda telah memastikan rute tersebut sesuai peraturan dan tidak akan melewati jalur terlarang.

Penyesuaian Rute untuk Kepatuhan Aturan

Jalur awal yang direncanakan akan diubah agar tidak melewati Jalan Layang Non Tol (JLNT) Casablanca. Hal ini dilakukan karena adanya penolakan dari beberapa komunitas terkait penggunaan JLNT oleh pesepeda.

Rute baru akan melewati jalan-jalan yang diizinkan untuk pesepeda. Prioritas utama adalah keselamatan dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas.

Penolakan Penggunaan JLNT Casablanca oleh Pesepeda

Sebelumnya, Dishub DKI Jakarta telah menyatakan bahwa rombongan sepeda tidak akan melewati JLNT Casablanca. Hal ini menyusul adanya penolakan dari komunitas sepeda.

Komunitas tersebut menilai penggunaan JLNT Casablanca oleh pesepeda melanggar aturan. Mereka beranggapan bahwa jalan tersebut hanya diperuntukkan bagi kendaraan bermotor roda empat.

Rute Alternatif Silaturahride

Rute alternatif Silaturahride telah ditentukan dan akan meliputi sejumlah jalan protokol. Rute ini dimulai dari Balai Kota Jakarta.

Rute tersebut akan melewati Bundaran Patung Kuda, Bundaran HI, Simpang Susun Semanggi, dan Bundaran Senayan, sebelum kembali ke Balai Kota. Ini merupakan rute “Sudirman Loop” yang telah disesuaikan.

Keselamatan dan Kepatuhan Aturan Menjadi Prioritas

Baik Gubernur Pramono Anung maupun Dishub DKI Jakarta sama-sama menekankan pentingnya keselamatan dan kepatuhan pada aturan lalu lintas. Acara Silaturahride diharapkan berjalan lancar dan tertib.

Dengan penyesuaian rute dan komitmen untuk mematuhi peraturan, diharapkan Silaturahride dapat menjadi contoh kegiatan bersepeda yang tertib dan aman. Prioritas utama adalah keselamatan peserta dan pengguna jalan lainnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *