Provinsi Banten, yang pada tahun 2024 dinobatkan sebagai provinsi dengan kemandirian fiskal tertinggi di Indonesia, mengalami dilema menarik. Meskipun menjadi peringkat kelima nasional dalam hal investasi, Banten belum merasakan manfaat maksimalnya secara finansial.
Hal ini disebabkan oleh perusahaan-perusahaan besar yang berinvestasi di Banten melapor pajak mereka di DKI Jakarta, bukan di Banten. Gubernur Banten, Andra Soni, mengungkapkan permasalahan ini dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR RI.
Investasi Besar, Bagi Hasil Minim
Gubernur Andra Soni menyoroti ketidakseimbangan antara besarnya investasi di Banten dengan bagi hasil pajak yang diterima. Provinsi Banten yang menargetkan realisasi investasi mencapai Rp119,5 triliun pada tahun ini, sejatinya berpotensi mendulang pendapatan yang signifikan.
Namun, karena sistem pelaporan pajak yang berpusat di Jakarta, keuntungan finansial yang seharusnya dinikmati Banten malah mengalir ke ibu kota. Ini merupakan masalah yang juga dialami oleh provinsi lain di Indonesia.
Kemandirian Fiskal Banten yang Tinggi
Walau menghadapi kendala tersebut, Banten tetap mencatatkan kinerja keuangan yang solid. Pada tahun 2024, Banten mencapai rasio kemandirian fiskal sebesar 70,69 persen.
Angka ini menunjukkan kemampuan Banten dalam membiayai pengeluaran daerahnya melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki Banten untuk meningkatkan kesejahteraan warganya.
Usulan Regulasi Bagi Hasil Investasi
Menyikapi permasalahan bagi hasil pajak yang tidak optimal, Gubernur Andra Soni mengusulkan adanya regulasi baru. Regulasi ini ditujukan untuk memastikan bagi hasil investasi di Banten sesuai dengan kontribusi sebenarnya.
Dengan regulasi yang tepat, Banten dapat memperoleh pendapatan yang lebih seimbang dan berkelanjutan dari investasi yang masuk. Ini sangat penting untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Banten.
Pemprov Banten berkomitmen untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif. Dukungan dari Forkopimda diharapkan dapat memperkuat upaya ini. Ke depannya, diharapkan terdapat solusi yang adil dan berkelanjutan agar Banten dapat merasakan manfaat maksimal dari investasi yang masuk ke daerahnya.
Dengan demikian, potensi besar Banten dalam hal investasi dapat benar-benar berdampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Banten secara keseluruhan.





