Indonesia Tegas! Larangan Pangkalan Militer Asing di Wilayah RI

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI membantah isu Rusia akan membangun pangkalan militer di Papua. Indonesia tegas menyatakan tidak pernah memberikan izin kepada negara mana pun untuk membangun pangkalan militer di wilayahnya.

Indonesia Tegaskan Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Indonesia konsisten memegang teguh asas politik luar negeri bebas aktif. Hal ini memungkinkan kunjungan kapal atau pesawat militer asing, namun hanya untuk misi damai.

Bacaan Lainnya

Kunjungan tersebut harus sesuai dengan prinsip-prinsip internasional dan tidak mengancam kedaulatan Indonesia. Pemerintah akan selalu mengevaluasi setiap permintaan kunjungan tersebut secara ketat.

Rencana Pembangunan Situs Peluncuran Satelit di Biak

Terkait rencana pembangunan situs peluncuran satelit di Biak, Papua, Kemlu menyatakan rencana tersebut masih dalam tahap pembicaraan. Pembahasan telah berlangsung beberapa tahun, namun belum ada keputusan final.

Proyek ini masih dalam tahap perencanaan dan studi kelayakan. Belum ada timeline pasti mengenai kapan pembangunan akan dimulai.

Kemhan Bantah Isu Penggunaan Pangkalan Udara oleh Rusia

Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI turut membantah kabar Rusia ingin menggunakan Pangkalan Angkatan Udara Manuhua di Biak Numfor. Informasi tersebut dinyatakan tidak benar.

Kemhan menegaskan, kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Rusia tetap berjalan. Kerja sama ini difokuskan pada pertukaran teknologi dan peningkatan kemampuan militer kedua negara.

Kerja sama tersebut termasuk eksplorasi kolaborasi teknologi militer dan pertukaran keahlian. Hal ini diharapkan dapat memodernisasi pertahanan kedua negara.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Indonesia dan Rusia akan menjajaki peluang kolaborasi melalui Komisi antarpemerintah untuk Kerja Sama Teknis Militer. Komisi ini akan menjadi wadah utama untuk membahas berbagai inisiatif kerja sama.

Selain itu, kedua negara juga menjalin forum konsultasi untuk koordinasi rencana kerja sama militer tahun 2025 dan 2026. Indonesia berencana mengirim delegasi ke Rusia untuk membahas lebih lanjut kerja sama pertahanan di tahun 2026.

Penolakan tegas Indonesia terhadap pembangunan pangkalan militer asing menegaskan komitmen menjaga kedaulatan negara. Kerja sama pertahanan dengan Rusia difokuskan pada peningkatan kemampuan militer, bukan pada penempatan fasilitas militer asing di wilayah Indonesia. Transparansi dan kejelasan informasi publik menjadi kunci penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *