Indo Defence 2025: Kolaborasi Global, Kekuatan Pertahanan Nasional

Indo Defence 2025: Kolaborasi Global, Kekuatan Pertahanan Nasional
Sumber: Liputan6.com

Pameran Indo Defence 2025, yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan Indonesia, sukses menjadi ajang kolaborasi antara industri pertahanan dalam dan luar negeri. Acara yang berlangsung dari 11 hingga 14 Juni 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta ini menunjukkan potensi besar industri pertahanan Indonesia di kancah internasional.

Salah satu contoh kolaborasi tersebut ditunjukkan oleh kerja sama antara Hariff Defense, produsen Battlefield Management System (BMS) CY-16H, dengan perusahaan asal Turki, BMC. Kemitraan ini membuktikan kemampuan dan daya saing produk dalam negeri di pasar global.

Bacaan Lainnya

Kolaborasi Hariff Defense dan BMC di Indo Defence 2025

President Director Hariff Defense, Adi Nugroho, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan kontribusi nyata dalam membangun ekosistem pertahanan yang lebih kuat dan adaptif. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk mengembangkan industri pertahanan nasional.

Kerja sama tersebut terwujud dalam bentuk kontrak pengadaan Multipurpose Armoured Vehicle (MPAV). MPAV merupakan hasil kolaborasi PT Indonesian Defense and Security Technologies (IDST) dan BMC, dengan IDST sendiri telah lama menjadi mitra Kementerian Pertahanan dalam pengembangan alutsista.

Adi Nugroho menekankan pentingnya kolaborasi ini sebagai momentum untuk memperkuat industri pertahanan nasional. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa produk-produk dalam negeri mampu bersaing di pasar internasional.

BMS CY-16H, sistem andalan Hariff Defense, merupakan sistem digital manajemen pertempuran yang canggih. Sistem ini memungkinkan pemantauan data perencanaan dan dinamika operasi secara real-time.

Teknologi BMS CY-16H telah diaplikasikan pada berbagai kendaraan tempur TNI AD, termasuk Leopard, Medium Tank Pindad, Anoa, dan Pandur. Hal ini membuktikan keandalan dan kapabilitas sistem tersebut.

Indo Defence 2025: Pameran Alutsista Berskala Internasional

Indo Defence 2025 Expo & Forum berhasil menghadirkan 1.180 perusahaan dari 55 negara. Acara ini menjadikannya salah satu pameran pertahanan terbesar di Asia Tenggara.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan peninjauan langsung untuk memastikan kelancaran acara. Beliau menekankan pentingnya menampilkan yang terbaik dalam pameran ini.

Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka pameran pada hari pertama. Pemerintah Indonesia memberikan perhatian penuh terhadap penyelenggaraan Indo Defence 2025.

Berbagai negara mitra strategis Indonesia turut berpartisipasi, termasuk Amerika Serikat, Turki, Korea Selatan, Prancis, dan Rusia. Mereka memamerkan teknologi militer terbaru dan membuka peluang kerja sama.

Pameran ini mencakup berbagai alutsista, mulai dari darat, laut, udara, hingga sistem pertahanan siber. Hal ini menunjukkan komprehensivitas Indo Defence 2025.

Penundaan dan Tujuan Indo Defence 2025

Indo Defence 2025 awalnya dijadwalkan pada November 2024, namun ditunda karena masa transisi pemerintahan. Jadwal baru ditetapkan pada 11-14 Juni 2025.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan pentingnya Indo Defence 2025 tidak hanya sebagai pameran, tetapi juga platform diplomasi pertahanan. Acara ini menjadi etalase pertahanan Indonesia di dunia.

Panitia bekerja keras untuk memastikan kelancaran acara. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memajukan industri pertahanan Indonesia.

Indo Defence 2025 telah sukses menjadi ajang kolaborasi dan pameran alutsista berskala internasional. Acara ini memperkuat posisi Indonesia dalam industri pertahanan global.

Keberhasilan Indo Defence 2025 menunjukkan komitmen Indonesia dalam memodernisasi pertahanan negaranya dan sekaligus menunjukkan potensi besar industri pertahanan nasional dalam skala global. Kolaborasi antarnegara akan semakin memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *