Pengacara kondang Otto Cornelis (OC) Kaligis hadir sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan suap yang menyebabkan vonis bebas Gregorius Ronald Tannur. Sidang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (21/4/2025).
OC Kaligis Bersaksi Terkait Kasus Suap Vonis Bebas Ronald Tannur
OC Kaligis, yang telah diperiksa dua kali sebelumnya (25 dan 26 November 2024), memberikan kesaksian untuk terdakwa Zarof Ricar (mantan pejabat MA dan makelar kasus) dan Lisa Rachmat (pengacara Ronald Tannur).
Ia mengaku mengenal kedua terdakwa tersebut. Pemeriksaan sebelumnya berfokus pada tulisan tangan Lisa Rachmat yang menyebut nama OC Kaligis dan angka “5 M”.
Klarifikasi OC Kaligis Mengenai Tulisan Tangan “OC Kasasi 5 M”
OC Kaligis membantah keterlibatannya dalam dugaan pemufakatan jahat yang menyebabkan vonis bebas Ronald Tannur. Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan sebelumnya terkait tulisan tangan “OC Kasasi 5 M” yang ditemukan di kantor Lisa Rachmat.
Tulisan tersebut diduga berkaitan dengan kasus tersebut, namun OC Kaligis membantah keterlibatannya dalam hal ini. Ia menegaskan bahwa ia tidak terlibat dalam perkara tersebut.
Kronologi Kasus Suap Vonis Bebas Ronald Tannur
Jaksa mendakwa Meirizka, ayah Ronald Tannur, memberikan suap agar anaknya divonis bebas dalam kasus tewasnya Dini Sera. Suap tersebut diberikan kepada tiga hakim PN Surabaya.
Total suap yang diberikan mencapai Rp 1 miliar dan SGD 308 ribu (sekitar Rp 3,6 miliar). Uang tersebut diberikan melalui Lisa Rachmat kepada hakim Erintuah Damanik, Mangapul, dan Heru Hanindyo.
Terdakwa Lainnya dan Dakwaan yang Ditujukan
Ketiga hakim tersebut juga telah menjadi terdakwa dalam kasus ini. Selain itu, Zarof Ricar didakwa menerima gratifikasi Rp 915 miliar dan 51 kg emas selama 10 tahun menjabat di MA.
Zarof Ricar juga didakwa terlibat sebagai makelar perkara dalam vonis bebas Ronald Tannur. Ronald Tannur sendiri saat ini sedang menjalani hukuman 5 tahun penjara di tingkat kasasi.
Implikasi Kesaksian OC Kaligis terhadap Perkembangan Kasus
Kesaksian OC Kaligis diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai jaringan dan peran berbagai pihak dalam kasus suap ini.
Perkembangan selanjutnya dari persidangan akan menentukan nasib para terdakwa dan memberikan kepastian hukum atas kasus ini.
Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam sistem peradilan. Hasil persidangan diharapkan dapat mencegah terjadinya praktik-praktik serupa di masa mendatang.





