Sebuah video yang memperlihatkan langit gelap pekat dan kilatan petir viral di media sosial. Video tersebut diklaim sebagai rekaman letusan Gunung Kelud, memicu kekhawatiran dan penyebaran informasi yang cepat. Tim Tagana Kota Kediri bahkan diterjunkan untuk melakukan verifikasi langsung ke lokasi gunung di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Namun, informasi tersebut terbukti tidak akurat.
Hoaks Letusan Gunung Kelud: BPBD Kediri Pastikan Kondisi Aman
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri dengan tegas membantah klaim tersebut. Kepala Pelaksana BPBD, Stefanus Djoko Sukrisno, menyatakan bahwa video viral tersebut adalah hoaks. Informasi yang beredar tidak sesuai dengan kondisi Gunung Kelud saat ini.
Gunung Kelud hingga saat ini dalam kondisi aman dan tidak menunjukkan tanda-tanda aktivitas vulkanik yang mengindikasikan akan terjadi erupsi. BPBD menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Warga sekitar Gunung Kelud juga membantah informasi tersebut. Johan, warga Desa Ngancar yang tinggal di lereng gunung, menyatakan tidak ada aktivitas mencurigakan di wilayahnya. Ia mengaku baru mengetahui kabar tersebut dari media sosial.
Dampak Negatif Penyebaran Hoaks Bencana
Penyebaran informasi palsu tentang bencana sangat berbahaya karena berpotensi menimbulkan kepanikan massal. Hal ini dapat berdampak pada keresahan masyarakat dan mengganggu stabilitas keamanan.
UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana mengancam hukuman hingga 10 tahun penjara bagi penyebar berita bohong yang menyebabkan keonaran. Pasal 28 ayat 1 UU ITE juga mengatur sanksi pidana dan denda maksimal Rp1 miliar bagi pelaku penyebaran hoaks.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya literasi digital. Masyarakat perlu lebih bijak dan kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan bencana alam.
Pentingnya Verifikasi Informasi dari Sumber Terpercaya
BPBD Kediri menekankan pentingnya verifikasi informasi dari sumber terpercaya, seperti Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan BPBD setempat. Hanya informasi resmi yang dapat diandalkan untuk mendapatkan gambaran akurat tentang kondisi terkini.
BPBD terus memantau aktivitas Gunung Kelud dan akan segera merilis informasi resmi jika terjadi perkembangan signifikan. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang belum terverifikasi.
Di era digital yang serba cepat ini, kehati-hatian dalam menyaring informasi menjadi kunci. Jangan sampai kita ikut menyebarkan berita bohong yang justru memicu keresahan yang tidak perlu.
Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua akan pentingnya bijak dalam bermedia sosial. Selalu verifikasi informasi sebelum menyebarkannya guna mencegah dampak negatif yang lebih luas. Tetap tenang dan percayakan informasi hanya pada sumber terpercaya.





