Partai Golkar Bali sedang menghadapi masalah keuangan. UD Bakti Pertiwi melayangkan somasi karena sisa pembayaran bibit durian belum dilunasi.
Somasi Terkait Pembayaran Bibit Durian
UD Bakti Pertiwi menuntut DPD I Partai Golkar Bali membayar sisa tagihan sebesar Rp 244 juta. Tagihan tersebut terkait pembelian 10.000 bibit durian kane.
Ketua DPD I Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry, membenarkan adanya somasi tersebut. Pihaknya mengaku telah membayar Rp 100 juta.
Latar Belakang Pembelian Bibit Durian
Pembelian bibit durian dilakukan dalam rangka program pendidikan politik Golkar Bali menjelang Pemilu. Program ini menargetkan para petani di Jembrana, Bali.
Sebanyak 10.000 bibit durian kane dibagikan kepada calon legislatif Golkar. Bibit tersebut kemudian didistribusikan kepada petani di daerah pemilihan masing-masing.
Alasan Keterlambatan Pembayaran
Korry menjelaskan keterlambatan pembayaran disebabkan padatnya jadwal Pemilu dan Pilkada. Hal ini menyebabkan kewajiban pembayaran kepada UD Bakti Pertiwi tertunda.
Total tagihan awal untuk 10.000 bibit durian kane mencapai Rp 344 juta lebih. Jumlah ini meliputi biaya pengadaan dan distribusi bibit.
Langkah Selanjutnya
Saat ini, Partai Golkar Bali masih berupaya menyelesaikan kewajiban pembayarannya kepada UD Bakti Pertiwi. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai solusi yang akan diambil.
Kasus ini menyoroti pentingnya manajemen keuangan yang baik, terutama dalam konteks kegiatan partai politik. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci kepercayaan publik.
Kejadian ini juga menjadi pembelajaran berharga bagi Partai Golkar Bali dalam mengelola program-program ke depannya. Perencanaan yang matang dan pengelolaan keuangan yang tertib sangat dibutuhkan untuk menghindari masalah serupa.





