Geger Sawer DJ Nathalie Holscher, Protes Membara Guncang Sidrap

Ormas Islam di Sidrap, Sulawesi Selatan, mengecam keras aksi sawer uang kepada DJ Nathalie Holscher di sebuah tempat hiburan malam (THM) setempat.

Mereka mendesak Pemkab Sidrap untuk menertibkan THM agar terciptanya kenyamanan dan keamanan.

Bacaan Lainnya

Aksi Sawer Uang yang Menuai Kecaman

Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu, 12 April 2025, di sebuah klub malam di Sidrap.

Video yang beredar memperlihatkan pengunjung klub malam naik ke atas panggung dan membuang uang saat Nathalie Holscher tampil.

Nathalie Holscher terlihat berbaring di atas tumpukan uang dalam video tersebut.

Meskipun unggahan di media sosialnya telah dihapus, diperkirakan jumlah uang yang disawer mencapai Rp 150 juta.

Sikap Tegas Ormas Islam

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidrap mengecam aksi tersebut, menyebutnya sarat unsur pornografi.

Sekretaris PD Muhammadiyah Sidrap, KH Kalam Fattah, menyatakan kecaman keras organisasi terhadap aksi tersebut.

Muhammadiyah mendesak polisi untuk mengusut tuntas kasus ini dan meminta Pemda Sidrap menutup THM yang tidak berizin.

Senada dengan Muhammadiyah, DPD Wahdah Islamiyah Sidrap juga mengecam keras kejadian tersebut dan meminta penertiban THM di Sidrap.

Ketua DPD Wahdah Islamiyah Sidrap, Lukman Ambo Tuo, menyatakan komitmen organisasinya untuk memberantas kemungkaran.

Dampak dan Langkah Antisipasi

Kejadian ini menimbulkan kontroversi dan sorotan publik terhadap pengawasan THM di Sidrap.

Aksi sawer yang dianggap tidak pantas ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk ormas Islam.

Tindakan tegas dari pemerintah daerah diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Peristiwa ini juga menjadi perhatian bagi pengelola THM untuk lebih memperhatikan etika dan norma yang berlaku.

Diharapkan ke depan akan ada pengawasan yang lebih ketat terhadap kegiatan di THM untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya menjaga moralitas dan ketertiban umum di lingkungan masyarakat. Tindakan tegas dan pengawasan yang ketat diperlukan untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa dan menciptakan lingkungan yang lebih kondusif.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *