Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah strategis untuk memastikan kelancaran lalu lintas selama periode libur Lebaran dan cuti bersama tahun 2025. Keputusan ini diambil untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang merayakan Idul Fitri dan beraktivitas selama periode tersebut. Antisipasi terhadap peningkatan mobilitas warga menjadi prioritas utama dalam perencanaan ini.
Langkah konkret yang diambil adalah peniadaan sistem ganjil-genap untuk kendaraan pribadi. Kebijakan ini berlaku efektif mulai Jumat hingga 7 April 2025. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan di jalan dan memperlancar arus mudik dan balik.
Peniadaan Ganjil-Genap dan Hari Bebas Kendaraan Bermotor
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengonfirmasi peniadaan sistem ganjil-genap selama periode libur Lebaran dan cuti bersama. Kebijakan ini berlaku hingga tanggal 7 April 2025.
Selain ganjil-genap, program Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day juga ditiadakan sementara. Penghentian sementara ini berlaku pada tanggal 30 Maret dan 6 April 2025.
Rekayasa Lalu Lintas di Pusat Perbelanjaan
Dishub DKI Jakarta menyadari potensi peningkatan mobilitas masyarakat di pusat-pusat perbelanjaan menjelang Lebaran. Untuk mengantisipasi kepadatan dan memastikan kenyamanan berbelanja, rekayasa lalu lintas akan diterapkan di sejumlah lokasi.
Beberapa pusat perbelanjaan yang akan menerapkan rekayasa lalu lintas meliputi Pasar Tanah Abang, Thamrin City, Glodok, PGC Cililitan, dan ITC Cempaka Mas. Tujuannya adalah untuk mengatur arus kendaraan dan mengurangi kemacetan di sekitar area tersebut.
Diharapkan dengan rekayasa ini, masyarakat dapat mempersiapkan Lebaran dengan lebih nyaman dan lancar.
Rekayasa Lalu Lintas Pasca Lebaran di Kawasan Wisata
Setelah periode Lebaran, fokus rekayasa lalu lintas akan dialihkan ke kawasan wisata yang diperkirakan akan ramai dikunjungi. Taman Margasatwa Ragunan (TMR) menjadi salah satu contoh lokasi yang akan mendapatkan perhatian khusus.
Di TMR, sistem satu arah (SSA) akan diterapkan untuk mencegah kemacetan. Pada pukul 06.00 hingga 10.00 WIB, lalu lintas akan diarahkan ke selatan menuju Ragunan. Sedangkan pada sore hari, SSA akan berlaku ke arah utara untuk mempermudah arus keluar.
Jalan TB Simatupang, akses utama menuju Ragunan, diharapkan tetap lancar dengan penerapan skema ini.
Selain Ragunan, pengaturan lalu lintas serupa juga akan diterapkan di beberapa lokasi wisata lainnya.
- Ancol
- Kota Tua
- Monumen Nasional (Monas)
- Pantai Indah Kapuk (PIK)
Tujuan dari semua rekayasa ini adalah untuk menjamin kenyamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat selama dan setelah periode Lebaran.
Langkah-langkah yang telah direncanakan oleh Dishub DKI Jakarta ini menunjukkan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam hal pengaturan lalu lintas selama periode ramai seperti Lebaran. Dengan antisipasi dan perencanaan yang matang, diharapkan perayaan Idul Fitri tahun 2025 dapat dirayakan dengan nyaman dan lancar, baik dalam hal mobilitas maupun aktivitas berbelanja. Semoga semua kebijakan ini dapat berjalan efektif dan sesuai dengan harapan.





