Fatma Saifullah Yusuf, Penasihat I Dharma Wanita Persatuan Kementerian Sosial RI, memberikan semangat kepada penyandang disabilitas, terutama penyandang disabilitas netra. Ia mendorong mereka untuk percaya diri dan terus mengembangkan potensi yang dimiliki.
Tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas, termasuk netra, masih banyak. Aksesibilitas digital, peluang ekonomi, pendidikan inklusif, dan kesetaraan lapangan kerja menjadi beberapa kendala utama.
Pentingnya Inklusi dan Kesetaraan untuk Penyandang Disabilitas
Dalam webinar Peringatan Hari Kartini 2025 yang diselenggarakan oleh Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni), Fatma menekankan pentingnya percaya diri bagi penyandang disabilitas.
Ia mengajak semua pihak untuk menciptakan lingkungan inklusif dan adil. Upaya ini bukan tanggung jawab satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama.
Fatma menyebut Hari Kartini 2025 sebagai momentum untuk berbagi tanggung jawab dan berkontribusi menciptakan kesetaraan bagi penyandang disabilitas.
Dukungan Kementerian Sosial dan Kolaborasi Multipihak
Kemensos telah memberikan berbagai bentuk dukungan bagi penyandang disabilitas di Indonesia, termasuk penyandang disabilitas netra.
Melalui 31 sentra dan sentra terpadu, Kemensos telah memberikan bantuan pemenuhan hidup layak kepada 61.347 disabilitas pada tahun 2024.
Selain itu, 562 penyandang disabilitas yang tidak mandiri menerima dukungan perawatan sosial. Dukungan keluarga diberikan kepada 3.303 penerima manfaat.
Layanan terapi fisik diberikan kepada 1.671 penerima manfaat. Pelatihan vokasional dan dukungan kewirausahaan juga diberikan untuk kemandirian penyandang disabilitas.
Kemensos juga telah menyalurkan 14.746 unit alat bantu untuk menunjang mobilitas dan kegiatan sehari-hari.
Fatma menekankan pentingnya kolaborasi. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar layanan bagi penyandang disabilitas dapat terus dikembangkan.
Srikandi Pertuni: Inspirasi dari Para Penyandang Disabilitas
Fatma mencontohkan para Srikandi Pertuni sebagai bukti nyata keberhasilan penyandang disabilitas berjuang di tengah keterbatasan.
Mereka menjadi inspirasi bagi penyandang disabilitas lainnya untuk terus berjuang dan meraih mimpi.
Webinar yang diikuti pengurus Dharma Wanita Persatuan Kemensos, juga menghadirkan sambutan dari Ketua Umum Pertuni DPP Pertuni Setiawan Gema Budi dan keynote speech dari Sekretaris Umum DPP Pertuni Rina Prasarani.
Dua narasumber, Dr. Sri Melati dan Mimi Mariani Lusli, juga turut memberikan wawasan berharga dalam webinar tersebut.
Webinar daring tersebut berjalan lancar dan menjadi wadah untuk berbagi inspirasi dan semangat bagi penyandang disabilitas di Indonesia. Keberhasilan para Srikandi Pertuni dan komitmen Kemensos menunjukkan bahwa dengan dukungan dan kolaborasi, penyandang disabilitas dapat hidup sehat, produktif, mandiri, dan bermartabat. Harapannya, upaya kolaboratif ini akan terus berlanjut untuk menciptakan Indonesia yang lebih inklusif bagi semua warganya.





