Dharma Wanita Persatuan Kementerian Sosial (DWP Kemensos) baru-baru ini mengadakan sarasehan dengan penyandang disabilitas langka dan pendamping mereka dari Indonesia Rare Disorder (IRD). Kegiatan ini menunjukkan komitmen Kemensos terhadap kelompok rentan ini.
Komitmen Kemensos Terhadap Penyandang Disabilitas Langka
Penasihat I DWP Kemensos, Fatma Saifullah Yusuf, menegaskan komitmen Kemensos dalam memberikan perhatian dan bantuan kepada penyandang disabilitas langka dan pendampingnya. Bantuan tersebut mencakup berbagai program.
Program-program tersebut meliputi perlindungan dan jaminan sosial, pemberdayaan, bantuan atensi, hingga dukungan kewirausahaan. Kolaborasi dengan instansi lain juga dianggap penting untuk memastikan kemandirian para penyandang disabilitas.
Berbagai Bentuk Bantuan yang Diberikan
Bantuan yang diberikan beragam, mulai dari program jaminan sosial hingga bantuan sembako dan dukungan untuk memulai usaha. Pemerintah berharap kolaborasi dengan berbagai pihak dapat memperluas jangkauan dan dampak bantuan ini.
Selain bantuan materi, Kemensos juga menyediakan akses layanan kesehatan. Layanan ini meliputi terapi perilaku, fisioterapi, psikologi klinis, dan konsultasi dokter umum. Semua layanan ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup para penyandang disabilitas.
Aspirasi dan Harapan Penyandang Disabilitas
Dalam sarasehan tersebut, para orang tua dan pendamping penyandang disabilitas menyampaikan sejumlah aspirasi. Salah satu aspirasi yang penting adalah perluasan layanan terapi hingga ke tingkat Puskesmas.
Saat ini, akses layanan terapi masih sulit dijangkau di banyak daerah. Para peserta sarasehan berharap Kementerian Kesehatan dapat memfasilitasi terapi di Puskesmas atau setidaknya di tingkat kecamatan.
Menjembatani Akses Layanan Kesehatan
Kesulitan akses layanan terapi menjadi kendala utama bagi penyandang disabilitas langka di daerah. Jarak tempuh yang jauh ke rumah sakit menjadi tantangan tersendiri.
Fatma Saifullah Yusuf menanggapi aspirasi tersebut dengan menyampaikannya kepada Kementerian Kesehatan. Harapannya, akses layanan terapi dapat diperluas agar lebih mudah dijangkau.
Melanjutkan Komitmen dan Kolaborasi
Fatma berharap kegiatan sarasehan ini dapat berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk mendengarkan aspirasi dan memberikan solusi bagi penyandang disabilitas langka.
DWP Kemensos berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mendukung tugas Kemensos. Dukungan ini tidak hanya berupa materi, tetapi juga berupa kepedulian dan perhatian untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas.
Sarasehan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memberdayakan penyandang disabilitas langka. Melalui kolaborasi dan responsif terhadap aspirasi, diharapkan kualitas hidup mereka dapat terus meningkat.





