Drama Sidang Hasto: PDIP Bongkar Penyusup, Gegerkan Publik!

Kehebohan terjadi sebelum sidang Hasto Kristiyanto di Pengadilan Tipikor Jakarta dimulai. Pihak PDI Perjuangan yang memenuhi ruang sidang menuduh adanya penyusup.

Politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli, memimpin protes tersebut. Ia langsung meminta agar penyusup yang dimaksud dikeluarkan dari ruang sidang.

Bacaan Lainnya

Anggota Satgas PDI Perjuangan yang mengenakan baret merah turut membantu mengeluarkan orang yang dituduh sebagai penyusup. Situasi sempat memanas di dalam ruang sidang.

Kericuhan di Luar dan Dalam Ruang Sidang

Jalanan di depan Pengadilan Tipikor Jakarta ditutup polisi. Barikade dipasang untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Demo pendukung Hasto Kristiyanto juga berlangsung di depan pengadilan. Mereka memberikan dukungan moral kepada Hasto.

Kehadiran Petinggi PDI Perjuangan

Ganjar Pranowo, Ketua DPP PDI Perjuangan dan mantan Gubernur Jawa Tengah, hadir langsung. Ia memberikan dukungan dan semangat kepada Hasto.

Ganjar menyatakan dukungannya kepada Hasto agar tetap tegar menghadapi persidangan. Dukungan serupa juga disampaikan oleh Djarot Saiful Hidayat, Ketua DPP PDI Perjuangan lainnya.

Djarot bahkan sempat memeluk Hasto sebelum sidang dimulai. Kehadiran petinggi partai menunjukkan soliditas dukungan kepada Hasto.

Dakwaan Terhadap Hasto Kristiyanto

Perintangan Penyidikan Kasus Harun Masiku

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Hasto Kristiyanto melakukan perintangan penyidikan kasus suap Harun Masiku. Hasto diduga membantu Harun Masiku menghindari penangkapan.

Dakwaan menyebutkan Hasto memerintahkan Harun Masiku untuk menyembunyikan ponselnya dan menunggu di kantor DPP PDI Perjuangan. Hal ini diduga membantu Harun Masiku meloloskan diri dari OTT KPK.

Dugaan Suap kepada Wahyu Setiawan

Selain itu, Hasto juga didakwa menyuap Wahyu Setiawan, mantan Komisioner KPU, sebesar Rp 600 juta. Suap tersebut diduga untuk memuluskan proses pergantian antarwaktu (PAW) Harun Masiku sebagai anggota DPR.

Jaksa menyebut Hasto melakukan hal tersebut bersama-sama dengan Donny Tri Istiqomah dan Saeful Bahri. Donny kini juga telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara Saeful Bahri telah divonis bersalah.

Kasus ini masih terus berlanjut dan Hasto Kristiyanto masih harus menjalani proses hukum. Kehadiran pendukung dan petinggi PDI Perjuangan menunjukkan betapa besarnya perhatian terhadap kasus ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *