Polda Metro Jaya mengungkap kronologi pembakaran mobil anggota Satreskrim Polres Metro Depok oleh kelompok ormas GRIB Jaya pada Jumat (18/4) sekitar pukul 02.30 WIB. Insiden ini terjadi setelah penangkapan tersangka TS di Harjamukti, Cimanggis, Depok.
Kronologi Pembakaran Mobil Polisi di Depok
Mobil anggota polisi dihadang saat meninggalkan lokasi penangkapan. Kendaraan tersebut dihalangi oleh sepeda motor yang sengaja dijatuhkan di depan mobil.
Para pelaku juga menutup portal akses jalan. Anggota Satreskrim Polres Metro Depok berupaya membuka portal, sehingga terjadi keributan.
Satu mobil Avanza berhasil lolos. Tiga mobil lainnya terjebak dan menjadi sasaran amuk massa.
Briptu Zen, anggota Satreskrim yang terluka akibat pengeroyokan. Kaca mobil dipecahkan dan ia ditarik paksa keluar sebelum dikeroyok.
Massa semakin banyak dan merusak tiga mobil polisi. Pemukulan juga dilakukan terhadap anggota polisi lainnya.
Motif dan Peran Para Tersangka
Massa mengamuk karena adanya provokasi saat penangkapan tersangka TS. Provokasi ini memicu aksi kekerasan dan perusakan.
Peran Enam Tersangka yang Ditangkap
Keenam tersangka memiliki peran berbeda dalam insiden ini. Polisi telah meringkus keenam pelaku dan menetapkan pasal yang sesuai.
RS (Satgas GRIB Ranting Harjamukti) menutup portal dan memukul Aipda Ariek.
GR (Satgas GRIB Ranting Harjamukti) membakar mobil Xenia milik polisi.
ASR (karyawan swasta) melawan petugas dan menghalangi evakuasi mobil.
LA (Sekretaris GRIB Ranting Harjamukti) menghasut massa untuk membakar mobil polisi.
LS (Satgas GRIB Ranting Harjamukti) merusak mobil anggota Polres Depok.
TS (tersangka yang ditangkap) menghasut warga dan melawan petugas saat penangkapan.
Dampak dan Tindak Lanjut
Akibat insiden ini, beberapa mobil polisi rusak bahkan ada yang dibakar. Satu anggota polisi mengalami luka-luka akibat pengeroyokan.
Polda Metro Jaya telah menangkap enam tersangka. Proses hukum terhadap para tersangka akan terus berlanjut.
Kasus ini menyoroti pentingnya penegakan hukum yang tegas dan tertib dalam setiap operasi kepolisian. Pencegahan terhadap aksi anarkis dan provokasi juga perlu ditingkatkan.
Polda Metro Jaya berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan memberikan sanksi yang setimpal kepada para pelaku. Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar senantiasa menjaga ketertiban dan keamanan.





