Bocah 13 Tahun Hilang: Diculik, Disekap 4 Hari di Kontrakan

Seorang bocah perempuan berusia 13 tahun di Pasar Rebo, Jakarta Timur, menjadi korban penculikan oleh tetangganya sendiri, MAM (48). Korban disekap selama empat hari di kontrakan pelaku di Cijantung.

Penculikan dan Penyekapan Selama Empat Hari

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardy Marasabessy, mengungkapkan bahwa MAM pindah ke kontrakan baru di Cijantung setelah menculik korban.

Bacaan Lainnya

Penyelidikan polisi menunjukkan korban disekap selama empat hari di kontrakan baru tersebut.

Modus Penculikan dengan Dalih Membeli Hadiah

Penculikan terjadi setelah MAM beberapa hari mengontrak di samping rumah korban, sejak Kamis (10/4/2025).

MAM awalnya menjalin keakraban dengan korban dan keluarganya sebelum mengajak korban ke pasar dengan alasan membeli barang dan hadiah.

Ibu korban mengizinkan karena percaya dengan pelaku. Namun, keduanya tak kunjung kembali setelah beberapa jam.

Kejadian ini dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (11/4/2025).

Reaksi Orang Tua dan Laporan Kepolisian

Setelah menunggu berjam-jam tanpa kabar, orang tua korban yang cemas langsung melapor ke pihak berwajib.

Laporan tersebut menjadi dasar bagi polisi untuk segera melakukan penyelidikan dan upaya pencarian korban.

Penangkapan Pelaku di Plafon Rumah Kontrakan

Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap MAM pada Selasa (15/4/2025).

Pelaku ditangkap saat bersembunyi di plafon rumahnya di Cijantung.

Polisi mendobrak pintu kontrakan setelah pelaku tak kunjung membuka pintu saat diketuk.

Setelah menemukan anak pelaku di dalam rumah, polisi menemukan MAM bersembunyi di plafon.

Penggerebekan dan Penangkapan

Video penangkapan menunjukkan polisi memerintahkan pelaku turun dari plafon.

Setelah berhasil ditangkap, pelaku langsung dibawa ke kantor polisi untuk proses hukum selanjutnya.

Kasus penculikan ini menyoroti pentingnya kewaspadaan orang tua terhadap lingkungan sekitar dan orang asing yang mendekati anak-anak. Kepercayaan yang mudah diberikan kepada orang baru, betapapun tampak ramah, bisa berakibat fatal. Semoga kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *