Beredar kabar bohong di media sosial mengenai meninggalnya penyanyi Soimah Pancawati akibat kecelakaan mobil. Informasi ini telah diverifikasi oleh Tim Cek Fakta Kompas.com dan dinyatakan sebagai hoaks.
Kabar tersebut tersebar luas melalui beberapa akun Facebook pada Selasa, 18 Maret 2025. Narasi yang beredar menggunakan kalimat yang sengaja dibuat samar dan penuh singkatan, seperti “INA4LILL4HI, Penyanyi Dangdut Ternama Me.ningg44ll Du.n!ia Akibat Kecel4.kaan M4*ut..” Tujuannya jelas untuk menarik perhatian dan menyebarkan informasi palsu secara cepat.
Selain narasi yang ambigu, postingan tersebut juga menyertakan foto Soimah dengan latar belakang gambar mobil yang ringsek. Hal ini semakin memperkuat kesan bahwa kabar tersebut benar adanya. Namun, hal ini adalah upaya manipulasi informasi untuk meningkatkan kredibilitas berita palsu.
Narasi yang Beredar dan Analisisnya
Analisis terhadap narasi yang beredar menunjukkan penggunaan simbol angka dan huruf untuk mengganti beberapa kata. Teknik ini sering digunakan untuk menghindari deteksi otomatis oleh sistem media sosial dan mesin pencari. Meskipun terlihat sederhana, namun teknik ini cukup efektif untuk mengelabui pembaca awam.
Penggunaan bahasa yang emosional dan sugestif, seperti “Semoga 4mal Ibad4ahnya Diterima disisi-NY4A.. Aa4miin”, juga bertujuan untuk menciptakan rasa simpati dan kepercayaan dari pembaca. Hal ini menunjukkan strategi penyebaran hoaks yang terencana dan terstruktur.
Penelusuran Fakta Kompas.com
Tim Cek Fakta Kompas.com langsung melakukan penelusuran untuk memverifikasi kebenaran informasi tersebut. Langkah pertama yang dilakukan adalah mengecek akun media sosial Soimah, khususnya Instagram (@showimah), yang terverifikasi.
Hasilnya, akun Instagram Soimah masih aktif dan memperlihatkan unggahan terbaru pada tanggal 18 Maret 2025. Soimah terlihat masih aktif beraktivitas dan mengisi acara di stasiun televisi swasta. Bahkan, ia juga masih mengunggah video Reels pada 16 Maret 2025.
Selanjutnya, Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri asal-usul foto mobil yang ringsek. Setelah dilakukan penyelidikan, foto tersebut ternyata berasal dari pemberitaan TribunBanyumas.com pada 9 Agustus 2020. Foto tersebut menampilkan kecelakaan Toyota Rush di tol Pemalang-Batang yang menewaskan dua penumpang.
Kecelakaan tersebut sama sekali tidak melibatkan Soimah. Kedua korban kecelakaan tersebut merupakan warga Jepara, Jawa Tengah, yaitu Adinda Putri Kumalasari (9) dan Sutrisno (25).
Kesimpulan dan Kesadaran Publik
Berdasarkan penelusuran fakta yang dilakukan oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, berita mengenai meninggalnya Soimah akibat kecelakaan mobil adalah hoaks. Soimah masih hidup dan aktif beraktivitas. Foto mobil yang digunakan dalam penyebaran hoaks tersebut merupakan foto dari peristiwa kecelakaan yang terjadi di masa lalu dan tidak ada kaitannya dengan Soimah.
Kasus ini menyoroti pentingnya literasi digital dan kemampuan masyarakat dalam mengidentifikasi berita palsu. Sebelum menyebarkan informasi, terutama yang bersifat sensitif seperti kematian seseorang, penting untuk melakukan verifikasi terlebih dahulu dari sumber yang terpercaya. Jangan mudah terpancing oleh judul atau narasi yang emosional.
Penyebaran hoaks dapat menimbulkan kerugian yang besar, baik bagi korban yang difitnah maupun bagi masyarakat luas. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan bijak dalam menggunakan media sosial.
Sebagai penutup, penting untuk selalu kritis terhadap informasi yang diterima dan selalu mengecek kebenarannya dari sumber terpercaya sebelum menyebarkannya lebih lanjut. Keterbukaan informasi dan literasi digital yang memadai menjadi kunci utama dalam melawan penyebaran hoaks dan menjaga reputasi individu maupun institusi.





